KBB Gagal Jadi Tuan Rumah 13 Cabor, Hengky Kurniawan: Tak Ada Unsur Politik

0 0
Read Time:2 Minute, 9 Second

Ngamprah, MCP — Kabupaten Bandung Barat (KBB) gagal menjadi tuan rumah 13 cabang olahraga (Cabor) dalam perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (PorprovJawa Barat (Jabar) ke XIV, pada November tahun 2022.

Sebelumnya, Bandung Barat ditunjuk menjadi tuan rumah 17 cabang olahraga yakni barongsai, berkuda, bowling, cricket, dansa, drum band, gulat, ju-jitsu, kempo, menembak, senam, sepatu roda, ski air, squash, woodball, biliar dan binaraga.

Setelah penunjukan tuan rumah itu, kali ini, Bandung Barat justru memutuskan mundur dari 13 Cabor. Artinya, KBB hanya mampu menyelenggarakan 4 Cabor saja.

Keputusan ini diambil pasca perhelatan Musyawarah olahraga kabupaten luar biasa (Musorkablub) KONI KBB.

Dalam pemilihan itu, istri Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan yakni Sonya Fatmala gagal menjadi ketua KONI KBB dengan jumlah suara dukungan sah 24 Cabor. Sonya kalah dari lawannya yakni, Agus Mulya dengan torehan 37 suara.

Terkait itu, Hengky Kurniawan memastikan mundurnya Bandung Barat dari 13 Cabor tak ada kaitannya dengan politik atau pun perhelatan Musorkablub. Ia menegaskan kendala utama ada pada sisi anggaran daerah.

“Jadi tidak urusan politik dan lain sebagainya, kondisi keuangan APBD kita sedang sulit. Bahkan kita harus menyiapkan gaji P3K dalam satu tahun nilainya sekitar hampir 100 miliar, belum lagi gaji ASN sendiri baru 11 bulan, dan gaji TKK saja ada yang baru 9 bulan,” terang Hengky, Rabu 13 Juli 2022.

Baca juga :



Hengky menyebut, selain kondisi keuangan defisit, APBD Bandung Barat harus menanggung beban pengeluaran untuk gaji P3K yang baru saja diangkat. Di sisi lain, dari sektor pendapatan, misalnya dari dana transfer pemerintah pusat atau DAU jumlahnya tidak bertambah.

“Jadi kondisi keuangan kita memang defisit dan hampir semua daerah kouta P3K cukup banyak sedangkan DAU kita tidak bertambah. Jadi beban bertambah tapi dana transfer tidak bertambah,” jelas Hengky.

Awalnya Pemda KBB siap jadi tuan rumah Porprov Jabar lantaran mengira bahwa perhelatan tersebut akan disuntik dana dari Pemprov Jabar. Ternyata Pemerintah Daerah harus merogoh kocek sendiri untuk membiayai perhelatan tersebut.

“Sepengetahuan saya ketika menjadi tuan rumah memang pemikiran bupati dulu kita akan mendapatkan dukungan dana dari Pemprov, Ternyata tidak seperti itu, ketika menjadi tuan rumah biayanya juga ditanggung oleh tuan rumah,” terang Hengky

“Makanya kita harus bijak untuk menempatkan skala prioritas, kami putuskan hanya empat cabor dan ya itulah real-nya kalau dipaksakan uang darimana sedangkan gaji PNS saja baru 11 bulan, untuk TKK saja kita harus mencari potensinya,” pungkasnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Sempat Molor, Ribuan SK PPPK Guru di Bandung Barat Akhirnya Diserahkan

Ngamprah, MCP – Setelah sempat molor beberapa bulan, ribuan SK pengangkatan Pegawai […]

Like, Subribe, & Coment Now