Jakarta – Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin didakwa memberikan suap Rp 1,9 miliar kepada pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat untuk mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Dalam dakwaan diungkap siasat Ade Yasin meminta uang ke kontraktor untuk diberikan ke auditor BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat.
Baca juga :
Izin Ponpes Shiddiqiyyah Dicabut, Muhammadiyah Soroti Pengawasan Kemenag
“Bahwa dalam rangka pengkondisian pemeriksaan BPK-RI Perwakilan Provinsi Jabar sebagaimana arahan Terdakwa Ade Yasin sebelumnya, Ihsan Ayatullah melakukan pengumpulan uang yang akan diberikan kepada tim pemeriksa BPK-RI Perwakilan Provinsi Jabar yang berasal dari SKPD-SKPD di lingkungan Pemkab Bogor antara lain Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BAPPEDA, RSUD Ciawi, RSUD Cibinong,” kata jaksa dalam surat dakwaannya seperti yang diterima detikcom, Rabu (13/7/2022).
“Dan juga dari para kontraktor yang mengerjakan proyek-proyek di lingkungan Pemkab Bogor. Sedangkan khusus pada Dinas PUPR Pemkab Bogor Ihsan Ayatullah mempercayakan kepada Maulana Adam dan Rizki Taufik Hidayat untuk pengkondisian pemeriksaan BPK-RI Perwakilan Provinsi Jabar maupun untuk pengumpulan uang pada Dinas PUPR Pemkab Bogor,” sambungnya.
Dalam surat dakwaan, para kontraktor disebut menyerahkan uang kepada pihak Ade Yasin dengan nominal yang berbeda-beda. Pada Februari 2022, orang kepercayaan Ade Yasin, yakni Ihsan Ayatullah, disebut menyerahkan uang sebesar Rp 30 juta kepada tim pemeriksa BPK Jabar. Uang tersebut berasal dari Sintha Dec Chechawaty selaku kontraktor.
Charly Van Houten ST12 Diduga Alami Kecelakaan Mobil di Tol Padalarang
“Bulan Februari 2022, Ihsan Ayatullah menyerahkan uang sebesar Rp 30.000.000,00 di ruang kerjanya untuk keperluan uang mingguan tim pemeriksa BPK. Uang tersebut berasal dari Sintha Dec Chechawaty sebagai kontraktor,” ujar jaksa.
Pada awal Maret 2022, pihak Ade Yasin disebut menyerahkan uang yang berasal dari Sunaryo kepada kontraktor sebesar Rp 200 juta kepada tim pemeriksa BPK Jabar. Sedangkan pada April 2022, Ade Yasin disebut kembali menyerahkan uang yang berasal dari Lambok Latif Panjaitan selaku kontraktor sebesar Rp 70 juta kepada tim pemeriksa BPK Jabar.
“Pada sekitar awal Maret 2022, Rizki Taufik Hidayat menyerahkan uang sebesar Rp 200.000.000,00. Uang tersebut berasal dari Sunaryo sebagai kontraktor,” ucap jaksa.
Berita lain :
- Kaesang Pangarep Resmi Masuk PSI, Penyerahan KTA Langsung oleh Giring
- Kepsek SD Negeri Cibeureum Lawan Wali Kota Bogor Bima Arya
- Tim Pemenangan Anies-Cak Imin Umumkan Nama Tim Pemenangan Baja
- SBY Nyanyikan Lagu,Prabowo Asyik Berjoget ‘Kamu Nggak Sendirian’ di Rapimnas PD
- Partai Demokrat Resmi Usung Ketum Gerindra Prabowo Subianto Balon Presiden 2024
[…] Siasat Ade Yasin Minta Duit ke Kontraktor demi Suap Auditor BPK Jabar […]