Presiden Jokowi Kembali Bertemu IMF usai Diperingatkan Soal Pengurangan Utang

0 0
Read Time:2 Minute, 43 Second

Jakarta, MCP -Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali bertemu dengan Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva. Pertemuan dilakukan setelah Georgieva memberi peringatan kepada Jokowi dan negara G20 lainnya untuk membicarakan debt relief alias pengurangan atau refinancing utang di sejumlah negara berkembang.

“Tadi baru saja Pak Presiden menerima Managing Director IMF Kristalina Georgieva dan tim,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang ikut dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu, 17 Juli 2022.

Berita lainnya :

Menurut Airlangga, beberapa hal jadi catatan yang disampaikan Jokowi dalam pertemuan ini. Di antaranya ekonomi Indonesia yang disebut relatif sedang baik. “Di mana inflasi sekitar 4,2 persen, pertumbuhan 5,01 persen, kemudian Debt to GDP Ratio 42 persen,” kata Airlangga.

Adapun peringatan disampaikan Georgieva saat bertemu Jokowi di Elmau, Jerman, 27 Juni 2022, di sela-sela pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7. Keduanya sempat mengobrol di luar ruangan bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Duta Besar Indonesia untuk Jerman Arif Havas Oegroseno.

Kala itu, Georgiva meminta Jokowi untuk mendorong kesepakatan bersama terkait utang ini sebelum dimulainya acara puncak KTT G20. Indonesia tahun ini menjadi tuan rumah G20 dan pertemuan puncak yang melibatkan pemimpin negara anggota dihelat November nanti di Bali.

“Para pemimpin negara G20 tidak ingin isu (utang) tersebut mendominasi percakapan, hanya karena kita membuat progres,” kata dia dikutip dari Reuters pada 11 Juli.

Peringatan disampaikan Georgiva karena IMF melihat saat ini hampir sepertiga dari negara-negara berkembang dan dua kali lipat dari proporsi negara berpendapatan rendah yang berada dalam kesulitan utang. Situasi kian memburuk dengan kenaikan suku bunga di negara berkembang.

Arus modal keluar dari negara berkembang juga terus berlanjut dan hampir satu dari tiga negara memiliki suku bunga 10 persen atau lebih. Termasuk negara berpendapatan menengah, seperti Sri Lanka dan Malawi, yang sedang mencari bantuan dana.

Lantas, masalah yang dihadapi beberapa negara tersebut kemudian juga dibahas dalam pertemuan dengan Jokowi ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang ikut hadir menyebut IMF menaruh harapan pada kepemimpinan Indonesia dalam KTT G20 untuk membantu negara yang sedang menghadapi krisis.

Selanjutnya baca Langkah IMF untuk Membantu Negara Miskin..

Georgiva, kata Sri Mulyani, menyampaikan bahwa IMF akan melakukan langkah untuk bisa membantu negara-negara miskin tersebut yang akan menghadapi kondisi yang luar biasa berat. Indonesia diharapkan bisa mendorong pemimpin negara G20 lainnya.

“Untuk mendukung langkah dari institusi-institusi yang memiliki kemampuan untuk membantu negara-negara yang sedang menghadapi krisis,” kata Sri Mulyani.

Selain itu, Sri Mulyani menyebut IMF juga menyampaikan kepada Jokowi bahwa situasi inflasi yang melanda berbagai negara telah menyebabkan bank-bank sentral mengeluarkan kebijakan menaikan suku bunga. Maka kemungkinan berbagai negara miskin yang sekarang sudah dalam kondisi sangat rawan akan berada dalam kondisi yang makin sulit.

Negara-negara itu berpotensi lagi terkena krisis pangan hingga krisis keuangan. “Seperti sekarang ini terjadi di berbagai negara Afrika dan juga bahkan negara seperti Sri Lanka,” kata Sri Mulyani.

Kondisi ini dinilai IMF akan menjadi sangat penting. Sebab jangan sampai kemudian kemampuan dunia internasional untuk mencegah krisis menjadi makin lemah dan menyebabkan risiko makin tinggi.

“Bapak Presiden yang akan menjadi tuan rumah G20 nanti menjadi sangat-sangat penting untuk bisa memobilisasi dukungan semua leaders G20 untuk bisa membantu, terutama negara miskin,” kata Sri Mulyani, menyampaikan pernyataan Georgiva.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

BRIN Bicara Renovasi Ruang Dewan Pengarah Rp 6 M, Termasuk Kamar Tidur Megawati

Jakarta, MCP – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) […]

Like, Subribe, & Coment Now