Babak Baru Konflik SBM ITB, Ortu Mahasiswa Layangkan Somasi Ketiga

0 0
Read Time:2 Minute, 57 Second

Bandung, MCP – Konflik Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) memasuki babak baru. Forum orang tua mahasiswa SBM kembali melayangkan somasi kepada Rektor hingga Mendikbud. Ini ketiga kalinya orang tua mahasiswa melayangkan somasi.

Forum orang tua mahasiswa menganggap permasalahan yang terjadi di SBM ITB selama hampir delapan bulan ini telah berdampak pada menurunnya kualitas pendidikan dan dikhawatirkan menurunkan standar AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business).

Pia Akbar Nasution, salah satu perwakilan orang tua mahasiswa mengatakan dalam pertemuan dengan Komisi X DPR RI pada tanggal 24 Maret 2022, Rektor ITB menyampaikan telah membentuk Tim Transisi dan Transformasi SBM ITB pada tanggal 18 Maret 2022, yang terdiri dari unsur rektorat dan unsur SBM ITB.

Tim itu diketahui telah berkerja selama 3 bulan sampai dengan Juni 2022, dengan tugas untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada di SBM ITB dan menyampaikan rekomendasi kepada Rektor.

“Akan tetapi sampai dengan saat ini, tidak ada informasi sedikitpun mengenai apa hasil rekomendasi dari Tim Transisi dan Transformasi SBM ITB. Kami juga tidak pernah mendapatkan informasi bagaimana sikap Rektor ITB terhadap rekomendasi dari Tim Transisi tersebut,” kata Pia saat menggelar konferensi pers di Kota Bandung, Minggu (24/7/2022).

“Rektor ITB tidak pernah memberikan keterangan bagaimana menyelesaikan permasalahan yang terjadi di SBM ITB dengan efektif padahal sudah berulang kali kami meminta Rektor ITB untuk mengundang kami agar menjelaskan secara resmi perkembangan penyelesaian permasalahan yang ada di SBM ITB,” lanjut dia.

Forum orang tua mahasiswa SBM ITB sebelumnya sempat mengajukan somasi sebanyak dua kali yang semuanya tidak direspon oleh Rektor ITB. Pia mengaku sangat kecewa atas sikap Rektor ITB yang tidak merespons somasi mereka.

“Kami kecewa dan sangat menyesalkan sikap Rektor ITB tersebut yang mencerminkan bahwa Rektor ITB tidak mampu dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di SBM ITB. Situasi ketidakjelasan ini tentunya berisiko menurunkan mutu dan moral pendidikan di SBM ITB dan ITB secara keseluruhan,” tegasnya. dilansir dari detik.com.

Di tempat yang sama, perwakilan orang tua lainnya, Ali Nurdin mengungkapkan dari hasil rembukan yang dilakukan orang tua mahasiswa SBM ITB, disepakati untuk menuntut ITB segera menyelesaikan persoalan yang berlarut-larut tersebut.

Mereka kemudian untuk yang terakhir kali melayangkan somasi yang ditujukan kepada Rektor ITB, Majelis Wali Amanat (MWA) ITB dan Mendikbud.

“Oleh karena itu melalui siaran pers ini kami mengajukan somasi secara terbuka agar pihak Rektor ITB, MWA ITB dan Mendikbud untuk segera menyelesaikan sampai akhir Juli 2022,” ucap Ali.

Jika somasi itu kembali tidak direspons, Ali menegaskan forum orang tua mahasiswa akan menggugat ITB ke Pengadilan Negeri Bandung.

“Maka apabila tidak ada tanggapan dengan sangat terpaksa tidak ada maksud lain demi tujuan kemajuan pendidikan dan proses yang transparan kami akan menempuh jalur hukum. Ada beberapa rencana yang kami lakukan salah satunya untuk mengajukan gugatan ke PN Bandung,” tandasnya.

Baca Juga :

Konflik di tubuh SBM ITB sendiri diawali dari kebijakan Rektor ITB yang dianggap melanggar prinsip penyelenggaraan otonomi perguruan tinggi sebagaimana terdapat
dalam Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2013 tentang STATUTA ITB dan Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Terhadap berbagai permasalahan yang terjadi tersebut, pada Desember 2021 Forum Orang Tua Mahasiswa SBM ITB telah menghadap MWA sebagai pihak tertinggi di ITB yang berwenang menyelesaikan permasalahan di ITB sesuai dengan STATUTA ITB.

MWA ITB juga telah memerintahkan Rektor ITB untuk segera menyelesaikan permasalahan yang ada di SBM, dan meminta forum orang tua untuk menghadap Rektor ITB guna mendengar proses penyelesaian permasalahan SBM ITB.

Akan tetapi rekomendasi dari MWA ITB tersebut ternyata tidak dipatuhi oleh Rektor ITB yang tidak mau merespon surat permintaan audiensi yang diajukan forum orang tua mahasiswa sejak tanggal 23 Desember 2021.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Polisi Dalami Dugaan Pungli Citayam Fashion Week di Dukuh Atas

Jakarta, MCP— Polisi tengah mendalami dugaan pungutan liar […]

Like, Subribe, & Coment Now