Dana Abadi Pendidikan, Model Pembiayaan Ala Kapitalis, Akankah Mewujudkan Kemajuan Pendidikan?

0 0
Read Time:2 Minute, 48 Second

Sulbar, MCP – Mendikbudristek Nadiem Makarim meluncurkan Merdeka Belajar Episode ke-21, yakni Dana Abadi Perguruan Tinggi.

Nadiem mengatakan daya saing perguruan tinggi Indonesia dalam kancah persaingan global merupakan salah satu indikator pencapaian Rencana Strategis (Renstra) Kemendikbudristek.

Dana abadi pendidikan adalah model pembiayaan pendidikan kapitalis.

Mengalokasi dana pendidikan dari sumber-sumber terbatas dan mengatasnamakan sudah menjamin biaya pendidikan publik.

Selebihnya pemerintah berlepas tangan dan menyerahkan minimnya dana tersebut kepada rakyat.

Sehingga memperberat beban hidup publik, atau menyerahkan pada peran swasta hingga menggadaikan kepentingan negara dan publik.

Sebab swasta tidak akan berpikir pelayanan dalam menyediakan fasilitas pendidikan.

Akan tetapi berpikir untung rugi serta membiarkan sektor pendidikan melayani kepentingan korporasi. Di sisi lain, akan membuat perguruan tinggi tersandera pada kepentingan pihak yang membiayainya.

Dana pendidikan abadi perguruan tinggi ini diusung untuk menguatkan kolaborasi pemerintah, masyarakat dan sektor swasta atas nama meningkatkan kualitas pendidikan dan menunjang perguruan tinggi menjadi perguruan tinggi kelas dunia.

Tentu saja ini adalah salah satu bentuk kapitalisasi pendidikan. Inilah realisasi dari merdeka belajar dimana komersialisasi dan industrialisasi perguruan tinggi tidak terbendung.

Program merdeka belajar episode 21 ini hanya menyasar kurikulum perguruan tinggi agar lebih mengasah keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah dengan dunia industri.

Di bawah sistem pendidikan kapitalis sekuler kebijakan pendidikan mengikuti arus perubahan dan kebutuhan akan link dan match dengan industry sesuai dengan perkembangan kemajuan yang terjadi. Dan kebutuhan lapangan pekerjaan bagi pemangku kepentingan pengguna lulusan.

Persoalan dunia pendidikan saat ini tidak bisa diabaikan dengan menganggapnya masalah teknis saja.

Berita lainnya :

Pendidikan di negeri ini tidak akan bangkit hanya dengan kelimpahan ilmu pengetahuan saja, apalagi ilmu pengetahuan yang terjerat kepentingan kapitalis.

Akan tetapi dibutuhkan kesadaran masa depan umat yang hanya akan bangkit dengan pandangan hidup tertentu.

Pengaturan dunia perguruan tinggi perlu sistem pendidikan yang paripurna sehingga mampu menyelesaikan problematika dalam dunia perguruan tinggi yang berlandaskan syariat.

Pelaksanaan system politik syariat dan pembiayaan yang akan menjamin serta menjaga.

Berbeda dengan jaminan pendidikan dalam Islam yang berlandaskan akidah Islamiyah.

Sehingga kebijakan dan aturan terkait pendidikan tersusun atas asas tersebut.

Pendidkan berfokus pada pembentukan dan persiapan gugus tugas yang mampu melayani kepentingan vital umat dan menjaga urusan-urusan umat.

Dengan demikian akan lahir intelektual muslim secara massal di masyarakat sebagai problem solver dengan berbagai keahlian.
Sebagaimana pendidikan Rasulullah Saw. yang ditujukan pada pembentukan kepribadian Islam sehingga mampu melihat dan melakukan sesuatu berdasarkan sudut pandang Islam.

Untuk mewujudkan hal ini, perlu disadari bahwa pendidikan dalam Islam adalah tanggung jawab negara.

Negara berkewajiban mengatur segala aspek yang berkenaan dengan system Pendidikan.

Menarahkan potensi intelektual ummat dan mengupayakan agar Pendidikan dapat diperoleh rakyat secara mudah.

Dalam Islam, pendidikan adalah hak setiap warga negara dan kewajiban bagi negara untuk menyediakan fasilitas yang memadai mulai pendidkan dasar hingga Pendidikan tinggi.

Semua jenjang pendidikan harus memiliki fasilitas yang sama agar semua peserta didik disetiap wilayah dapat menikmati fasilitas pendidikan.

Negara wajib menyediakan infrastruktur pendidikan yang cukup dan memadai seperti gedung sekolah, laboratorium, balai penelitian, perpustakaan, buku-buku pelajaran, dan lain sebagainya.

Negara berkewajiban menyediakan tenaga pengajar yang ahli dibidangnya sekaligus memberikan gaji yang cukup bagi guru dan pegawai yang bekerja di Pendidikan.

Semua itu menjadi tanggung jawab negara selaku penyelenggara Pendidikan. Seluruh pembiayaan Pendidikan diambil dari Baitul mal dari pos fa’i dan kharaj serta pos milkiyyah amah (kepemilikan umum).

Negara tidak akan memungut pembiayaan pendidikan sepersen pun dari rakyat.

Walhasil sejarah mencatat melalui Pendidikan, negara berkonstribusi besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban dunia.

Wallahu a’lam.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

One thought on “Dana Abadi Pendidikan, Model Pembiayaan Ala Kapitalis, Akankah Mewujudkan Kemajuan Pendidikan?

  1. Semakin mahalnya pendidikan perguruan tinggi di Indonesia semakin jauh dan hal yang hampir tidak mungkin masyarakat kecil untuk mengecap pendidikan tinggi,apakah kejomplamgan antara si miskin dan si kaya,sekarang ini hal yg terjadi di negeri ini pendidikan tinggi hanya milik si kaya,miris rasanya semakin maju teknologi dan dunia pendidikan si miskin hanya sebagai penonton dan justru semakin jadi korban dengan persaingan mencari nafkah……kemanakah peranan pemerintah saat ini , semoga ada yg bisa mendengarkan dan membaca keluhan dari masyarakat bawah

Comments are closed.

Next Post

Majukan Pendidikan di Indonesia, UPH Perkuat Sinergi dengan Media Massa

Tanggerang, MCP – Media massa memiliki peran penting […]

Like, Subribe, & Coment Now