Imbas Resesi Bagi Warga AS, PHK hingga Sulit Beli Rumah

0 0
Read Time:3 Minute, 14 Second

Jakarta, MCP — Ekonomi Amerika Serikat (AS) terkontraksi 0,9 persen pada kuartal II 2022. Penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) semakin meningkatkan risiko resesi ekonomi yang bakal dialami Negeri Paman Sam.
Sebelumnya, AS juga mencatat pertumbuhan ekonomi minus 1,4 persen pada kuartal I 20222 di tengah penurunan dana bantuan covid-19 dari pemerintah.

AS juga mengalami lonjakan inflasi belakangan ini. Tercatat, inflasi AS sempat menyentuh 9,1 persen pada Juni lalu. Inflasi itu merupakan yang tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

Akibatnya, bank sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin demi mengatasi inflasi.

Dalam pengumuman yang disampaikan oleh Gubernur bank sentral AS Jerome Powell, mereka menuturkan masih akan menaikkan suku bunga acuan secara agresif demi mengatasi lonjakan inflasi tersebut.

Lantas bagaimana dampak resesi terhadap warga AS?

1. Gelombang PHK
Dikutip dari CNN Business, Minggu (31/7), pemutusan hubungan kerja (PHK) telah meningkat di di beberapa industri seperti perbankan hipotek, fintech, konstruksi dan otomotif. Jika resesi melanda, PHK disebut mungkin akan lebih tinggi dan lebih meluas. Para pemberi kerja mungkin bisa menarik kembali perekrutan.

Namun, tidak semua orang akan menghadapi risiko yang sama. Jika suatu pekerjaan sangat diminati, seperti insinyur TI atau eksekutif tingkat atas, kemungkinan besar seseorang akan mendapatkan pekerjaan, mempertahankan pekerjaan, dan bahkan melihat kenaikan gaji dan bonus.

2. Pembelian Rumah Menurun
Ekonom Mortgage Bankers Association Mike Fratantoni mengatakan pasar perumahan akan terpengaruh oleh resesi, terutama bila PHK meningkat.

Penjualan rumah pelan-pelan terpengaruh oleh kenaikan suku bunga hipotek/kredit yang membuat rumah kurang terjangkau bagi pembeli.

“Kami memperkirakan tingkat pengangguran naik dalam jumlah kecil hingga menengah, yang ditambah dengan tantangan keterjangkauan akan menurunkan permintaan [untuk rumah],” ungkap Fratantoni.

Itu berarti penjual rumah tidak lagi dapat memberi harga properti mereka 15 persen lebih tinggi dari harga rumah tetangga mereka yang baru saja dijual. Mereka harus berharap bahwa rumah mereka akan memakan waktu lebih lama untuk dijual.

Meskipun akan semakin mahal untuk mengambil hipotek karena kenaikan suku bunga, pembeli akan menghadapi persaingan yang lebih sedikit untuk setiap properti.

Ketika harus memutuskan apakah akan mengajukan penawaran, Fratantoni mengatakan mereka mungkin menghabiskan beberapa hari untuk memikirkannya, bukan berjam-jam.

Lantas apa yang bisa dilakukan warga AS saat menghadapi resesi?


Siapkan Dana Darurat
Meskipun tidak bisa mengendalikan siklus, warga AS dapat mengambil beberapa langkah untuk mengurangi potensi efek negatif resesi. Pertama, siapkan dana darurat.

Perencana keuangan Jamie Lima merekomendasikan rumah tangga berpenghasilan tunggal untuk menyiapkan biaya hidup selama 12 bulan ke depan untuk mengantisipasi kehilangan pekerjaan.

Sementara, rumah tangga berpenghasilan ganda disarankan menyiapkan dana darurat untuk 6 bulan karena kecil kemungkinannya kedua penerima akan diberhentikan dari pekerjaan.

Uji Rencana Keuangan
Warga AS dapat mencari tahu sumber daya apa yang Anda miliki untuk menangani skenario terburuk saat resesi melanda, seperti kehilangan pekerjaan.  

“Jika Anda tidak memiliki pekerjaan selama satu tahun seperti apa? Apa rencana darurat Anda? Sekarang saatnya untuk berpikir tentang ‘Apa yang harus saya lakukan?” kata Lima.

Berita lainnya :

Cari Peluang
Warga AS dapat meningkatkan keahlian dengan mengambil tugas tambahan, sehingga dapat mengurangi peluang diberhentikan dari pekerjaan jika terjadi resesi.

Warga AS juga bisa mempertimbangkan pekerjaan baru yang kurang rentan terhadap PHK ketika ekonomi sedang mengalami kontraksi.

“Jika pekerjaan Anda di industri atau pekerjaan di mana pendapatan bergantung pada pembeli dengan kebijaksanaan untuk menunda pembelian mereka, mulailah mencari pekerjaan segera untuk posisi di mana bukan itu masalahnya,” kata eknom Lakshman Achuthan.

Perhatikan Arus Kas Bisnis Kecil
Pemilik usaha kecil harus menjaga pengeluaran sefleksibel mungkin agar dapat melindungi diri sendiri jika permintaan turun dalam beberapa bulan mendatang.

“Ini bisa berarti (menegosiasikan) persyaratan pembayaran yang lebih fleksibel dengan vendor,” kata Chief Operating Officer Ben Johston.

Pemilik bisnis kecil disarankan menghindari komitmen jangka panjang untuk pengeluaran baru. Daripada membeli peralatan baru atau mempekerjakan staf penuh waktu untuk memanfaatkan peluang bisnis baru, pebisnis disarankan mempertimbangkan untuk menyewa peralatan atau membawa seseorang sebagai kontraktor.

“Jika Anda tidak yakin seberapa kuat ekonomi dalam beberapa bulan, lihatlah bentuk ekspansi sementara daripada yang permanen,” kata Johnston.

(fby/bir)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Roket China Seberat 23 Ton Jatuh di Dekat Perairan Malaysia

Jakarta, MCP – Sebuah roket pendorong China, Long March 5B,  jatuh […]

Like, Subribe, & Coment Now