Kemendikbud: Kurikulum Merdeka Tidak Wajib Diterapkan, Ada 3 Opsi untuk Sekolah

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:2 Minute, 1 Second

Jakarta, MCP –Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Sekretaris Jendela Pendidikan Vokasi Wartanto menyatakan bahwa Kurikulum Merdeka tidak wajib diterapkan di sekolah. Untuk itu, ada tiga opsi yang bisa dipilih oleh satuan pendidikan; menggunakan Kurikulum Merdeka, Kurikulum 2013, atau Kurikulum Darurat.

Kurikulum Merdeka sendiri merupakan kurikulum baru yang baru saja dikenalkan pada sistem pendidikan di Indonesia. Kehadiran kurikulum tersebut sebagai respon untuk memperbaiki pendidikan secara nasional setelah dihantam badai Covid-19.

Dengan Kurikulum Merdeka tersebut, diklaim bakal membuat para siswa lebih bebas dalam belajar; materi yang dipelajari lebih esensial, dan para siswa diberikan kebebasan dalam belajar. Sehingga pembelajaran yang berbasis Kurikulum Merdeka tersebut diharapkan mampu memberikan pembelajaran yang berkesan pada siswa.

Kurikulum Merdeka yang sebelumnya juga disebut dengan Kurikulum Paradigma Baru sudah diterapkan di sejumlah Sekolah Penggerak. Artinya belum semua satuan pendidikan di Indonesia menerapkan kurikulum baru tersebut. Sebab, masih banyak sekolah yang belum siap untuk menerapkannya.

Di tahun 2023 mendatang, kabarnya Kurikulum Merdeka bakal diterapkan di seluruh satuan pendidikan. Namun hal tersebut masih simpang siur karena faktanya masih banyak satuan pendidikan dan para guru yang belum memahami secara mendalam tentang kurikulum baru tersebut.

Berita Lainnya :

Di tahun 2022 ini, selain Sekolah Penggerak juga sudah ada beberapa sekolah yang mencoba untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Sehingga hal itu membuat sekolah lainnya terdorong untuk ikut menerapkannya.

Namun di sisi lain, banyak juga sekolah yang belum siap untuk menggunakan kurikulum baru tersebut.

Wartanto membenarkan bahwa jika sekolah belum siap, sebenarnya Kurikulum Merdeka tidak wajib diterapkan. Dan terdapat tiga pilihan kurikulum yang bisa diterapkan di tiap-tiap satuan pendidikan.

“Kemendibudristek telah menyiapkan tiga kurikulum, yakni Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Merdeka. Sekolah dapat memilih kurikulum mana yang sesuai dengan kondisi sekolah,” ujarnya seperti dilansir oleh laman resmi Kemendikbud, Jumat (29/7/2022).

Meskipun satuan pendidikan belum mampu untuk menerapkan Kurikulum Merdeka tidak perlu mendapat cap jelek. Untuk itu, Dinas Pendidikan di provinsi atau di kabupaten tidak perlu memberikan tekanan pada seluruh sekolah untuk menerapkan kurikulum baru tersebut.

Namun demikian, meskipun Kurikulum Merdeka tidak wajib diterapkan, setiap satuan pendidikan saat ini didorong untuk segera mengubah paradigma dalam memberikan pendidikan pada siswa. Jika dulu terpusat pada guru, maka sekarang harus berpusat pada siswa.

Untuk dapat memberikan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar yang berkesan pada siswa, guru dapat menerapkan pembelajaran berbasis proyek. Para siswa difasilitasi untuk membuat suatu karya berdasarkan minat dan bakat mereka. Sehingga masa depan mereka tidak hanya ditentukan oleh gurunya saja namun juga oleh dirinya sendiri.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Siswi SMP Melahirkan, Korban Awalnya Sebut Nama Paman, Hasil Tes DNA Terungkap Ayah si Bayi

Jawa Tengah, MCP– Seorang siswi SMP di Sragen […]

Like, Subribe, & Coment Now