50 Kepala Desa di Maros ‘Jalan-jalan’ ke Jogja Pakai ADD, Setiap Desa Setor Rp6,5 Juta ke Apdesi

0 0
Read Time:1 Minute, 52 Second

Kab.Maros, MCP – Sebanyak kepala desa 50 dari 80 desa yang ada di Kabupaten Maros, “jalan-jalan” ke Yogyakarta.

50 kepala desa yang berangkat ke Yogyakarta kota yang kerap disebut Jogja tersebut diwajibkan menyetor Rp6,5 juta ke Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Maros.

Masing-masing Kades yang berangkat menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2022. 

Artinya dana yang berhasil dikumpulkan oleh Apdesi melalui bendahara, Lenni Marlina, sebesar Rp325 juta.

Lenni sendiri kini menjabat sebagai kepala desa Sudirman, Kecamatan Tanralili.

Para kepala desa tersebut beralasan ke Jogja untuk belajar di Desa Sambirejo di Kabupaten Sleman, Provinsi DIY.

Sambirejo dikenal sebagai desa yang sukses bertransformasi.

Dulu Sambirejo dikenal miskin, tapi sekarang sering mendapatkan penghargaan karena pengelolaan desanya.

“Ada lima puluh kepada desa ke Jogja untuk peningkatan kapasitas (di Jogja),” kata Ketua Apdesi Maros, Wahyu Febry, Senin (8/8/2022).

Kunjungan Kades ke Jogja juga untuk belajar tentang sosialisasi Pusat kesejahteraan sosial (Puskesos).

Hanya saja Wahyu tak menjelaskan alasan Kades Maros belajar Puskesos di Jogja.

Ternyata para kepala desa tersebut didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa,  Idrus dan Sekretaris PMD, Hartaufik.

Sementara Idris mengatakan 50 kades ke Jogja untuk melakukan kunjungan kerja dan studi tiru.

Idris mengatakan, pihaknya berada di Jogja hanya dua hari saja.

“Anggaran menggunakan perjalanan dinas masing- masing desa dan dikoordinir oleh Apdesi sendiri,” kata mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPP) Maros tersebut.

Ia menyampaikan dalam kegiatan tersebut, PMD hanya berperan mencari lokasi atau desa yang bisa menjadi inspirasi dengan membagi praktek cerdas yang sudah dilakukan.

Idris menyampaikan, jika kepala desa yang tak berangkat lagi berhalangan hingga kurang sehat.

Kunjungan para kepala desa tersebut ke Jogja dinilai hanya akal-akalan saja.

Mereka diduga sengaja ke Jogja untuk liburan. Untuk menyiasati kunjungan itu bukan liburan, mereka berada di Jogja Senin dan Selasa.

Berita lainnya :

Kunjungan para Kades ke Jogja dua bulan jelang pemilihan kepala di 16 desa yang ada di Maros.

“Jadi kades yang berangkat lalu desanya pemilihan di bulan Oktober, apa yang mau direalisasikan. Untung kalau terpilih, kalau tidak bagaimana?,” kata dia.

Warga menyebut rerata desa di Maros tak memiliki potensi wisata, kecuali daerah pegunungan dan pesisir.

“Kita tunggu, apa yang akan dilakukan para kepala desa ini setelah pulang. Apakah membuat wisata tambang,” kata dia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

One thought on “50 Kepala Desa di Maros ‘Jalan-jalan’ ke Jogja Pakai ADD, Setiap Desa Setor Rp6,5 Juta ke Apdesi

Comments are closed.

Next Post

Buruh Long March ke Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto Arah Slipi Ditutup

Jakarta, MCP — Massa buruh menggelar aksi demonstrasi di depan gedung … Read more

Like, Subribe, & Coment Now