KPAI Kecam Aksi Pimpinan Ponpes di Bandung Cabuli 20 Santriwati

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:2 Minute, 15 Second

Jakarta, MCP – KPAI mengecam keras aksi pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Bangung, Jawa Barat, yang diduga mencabuli 20 santriwatinya. KPAI mendorong pendampingan dan perlindungan kepada para korban.
“KPAI mendorong perlindungan dan pendampingan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dan atau P2TP2A setempat terhadap para korban termasuk pemenuhan hak rehabilitasi psikologi bagi para korban,” kata Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam keterangannya, Rabu (17/8/2022).

KPAI mendesak Kementerian Agama RI untuk segera membuat Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang pencegahan dan penanggulangan kekerasan di satuan Pendidikan. Menurutnya, salah satu kehadiran negara adalah membuat regulasi, sebab perlindungan anak yang terbaik adalah dengan membangun sistem pencegahan yang kuat.

“Kementerian Agama sampai hari ini belum memiliki Peraturan Menteri Agama (PMA) terkait pencegahan dan penanggulangan kekerasan di satuan pendidikan, baik di madrasah dan pondok pesantren. Apalagi satuan pendidikan berasrama, seharusnya ada sistem pencegahan, sistem pengawasan dan sistem pengaduan yang melindungi korban dan saksi,” kata Retno.

“Satuan pendidikan berasrama pengawasannya harus ketat karena peserta didik pengasuhannya dipindahkan kepada institusi atau lembaga pendidikan tersebut, sehingga satuan pendidikan wajib melindungi anak-anak atau peserta didiknya. Sebagai catatan, Kemendikbud-Ristek sudah memiliki Permendikbud No 82 tahun 2015 tentang pencegahan dan penanggulangan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Sudah ada aturan saja masih terjadi kekerasan seksual, apalagi jika tidak ada,” lanjutnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

I Dewa Ayu Firsty Meita Pembawa Baki Bendera Merah Putih

Jakarta, MCP – I Dewa Ayu Firsty Meita […]

Like, Subribe, & Coment Now