Risma Bantah Bansos Jadi Biang Kerok Harga Telur Naik

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:1 Minute, 26 Second

Jakarta, MCP – Bansos alias bantuan sosial dituding sebagai biang kerok lonjakan harga telur ayam. Bahkan, hingga tembus di atas Rp 30.000/kg
Merespons tudiangan tersebut, Menteri Sosial Tri Rismaharini buka suara. Mengutip dari Antara, perempuan yang akrab disapa Risma ini menegaskan Kementerian Sosial menyalurkan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Rp 200.000 per bulan per keluarga penerima manfaat dalam bentuk uang tunai, bukan telur.

“Yang jelas saya enggak bantu telur, karena enggak mungkin. Gimana cara baginya orang jutaan jumlahnya, kita bagi pecah sampai sana. Kita bantu uang ya,” kata Risma, Rabu (24/8/2022)

Risma menjelakan keluarga penerima manfaat bisa menggunakan bantuan Rp 200.000 tersebut untuk membeli bahan pangan pokok, termasuk telur.

“Enggak ada kita menyiapkan (telur). Bagaimana caranya sekian juta orang kali… Taruh lah satu orang satu kilo saja, 10 juta kilo. Bagaimana dengan 18 juta orang?” katanya.

Sebelumnya, Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara (PPRN) mengatakan berdasarkan informasi yang diterima, kenaikan harga telur karena tingginya permintaan untuk pengadaan bantuan sosial atau bansos.

“Kemarin saya cek ke teman-teman, alasannya ada permainan kemarin mereka beli sebanyak-banyaknya, tiba-tiba kan ada bansos. Permintaan banyak di bansos, stok banyak, tiba-tiba naik harganya,” kata Ketua PPRN Alvino Antonio, Jumat (19/8/2022).

Senada, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan penyebab meroketnya harga telur ayam, salah satunya lantaran bansos.

“Ini Kementerian Sosial rapel bantuan sosialnya itu 3 bulan dan sebagian besar telur, jadi permintaan tiba-tiba melonjak naik,” terang Zulhas di Komplek DPR, Rabu (24/8/2022).

Berita lainnya :

Penyebab lainnya, menurut Zulhas, adalah kegiatan afkir dini.

“Oleh karena itu, itu yang pertama sebabnya. Ini kan pengusaha-pengusaha besar apa yang disebut dengan afkir dini. Induknya yang petelur-petelur diafkir dini, disembelih, dijual,” tutur Zulhas.

(hns/hns)

Peringkat: 1 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Gibran Klaim Inflasi di Solo Tinggi Gegara Banyak Event

Solo, MCP –– Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan inflasi di […]

Like, Subribe, & Coment Now