Tolak Harga BBM, Minta Buka Kawat Berduri hingga Geruduk DPR Aceh

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:2 Minute, 6 Second

Jakarta, MCP — Massa dari kelompok Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) meminta kepolisian membuka pagar kawat yang menutup akses menuju Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Dari pantauan massa PB PMII tiba di kawasan Patung Kuda sekitar pukul 15.10 WIB, Senin (5/9). Mereka langsung merangsek maju ke kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, salah satu akses menuju Kompleks Istana Kepresidenan.

“Buka, buka, buka kawatnya!” teriak massa aksi.

Mereka turut menyanyikan pelbagai yel-yel yang menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. PMII menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Mereka menilai langkah pemerintah menaikkan harga BBM tidak tepat. PMII menyuarakan empat tuntutan dalam demo hari ini.

Pertama, menolak secara tegas kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi. Kedua, mendesak pemerintah untuk secara serius dan sungguh-sungguh memberantas mafia BBM.

Ketiga, mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran. Keempat, mendorong pemerintah untuk membuka keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan penyaluran BBM bersubsidi.

Aksi menolak kenaikan BBM bersubsidi juga digelar di daerah seperti Aceh. Ratusan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggeruduk Gedung DPR Aceh untuk mengajak pimpinan dewan ikut menolak kenaikan harga BBM. Mereka juga nekat memasuki ruang paripurna.

Ratusan massa tersebut sempat bersitegang dengan aparat kepolisian yang berjaga di depan pintu masuk ruang paripurna. Karena kalah jumlah, akhirnya massa memaksa masuk ke ruang itu.

Setelah berhasil masuk, mereka meminta agar pimpinan DPR Aceh untuk ikut bersama menolak kenaikan harga BBM. Setelah hampir dua jam menunggu pimpinan DPR Aceh akhirnya menemui massa.

“DPRA jangan sembunyi. Ini rakyat mulai merasakan kesengsaraan buntut kenaikan harga BBM, DPRA harus bersikap,” kata seorang orator dalam aksi itu, Wahyuddin.

Menurutnya kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga-harga di semua sektor, sehingga yang terdampak dari kebijakan ini ialah masyarakat menengah ke bawah.

Menanggapi hal itu, Ketua DPR Aceh, Saiful Bahri sepakat untuk menolak kenaikan harga BBM. Ia juga akan menyiapkan langkah untuk memprotes kebijakan itu ke pusat.

Berita lainnya :

“Kami atas nama lembaga DPRA, mendesak pemerintah pusat untuk segera menurunkan harga BBM tanpa revisi,” kata Saiful Bahri.

DPR Aceh akan berkoordinasi dengan Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki untuk menemui Kementerian terkait dan Pertamina untuk mencabut kebijakan kenaikan harga BBM.

“Kami sudah koordinasi dengan Pj Gubernur, untuk menyampaikan sikap ke pusat,” ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi pada Sabtu (3/9) siang.

Rinciannya, harga pertalite naik dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter dan pertamax dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

(dra/isn)

Peringkat: 1 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Kabareskrim Tepis Isu Perselingkuhan Putri Candrawathi dengan Kuat Ma'ruf

Jakarta, MCP – Kabareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Agus […]

Like, Subribe, & Coment Now