Sepakat Pengusaha Kerek di Yogya Tarif Bus hingga 22 persen

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:1 Minute, 46 Second

Yogyakarta, MCP — Pengusaha transportasi darat, bus dan taksi, di Yogyakarta, sepakat menaikkan tarif jasa angkutan umum sebesar 18-22 persen menyusul kenaikan harga BBM akhir pekan lalu.
Ketua Organda DIY Hantoro menuturkan kenaikan tarif bus menyesuaikan kenaikan harga BBM sebesar 32,14 persen.

“Kenaikan tarif kami itu 18 sampai 22 persen nanti. Tadi pagi kami sudah komunikasikan sama teman-teman (pengusaha),” kata Hantoro saat dihubungi, Senin (5/9).

Hantoro mengklaim kenaikan tarif bus ini disepakati mayoritas pengusaha dengan menimbang kemampuan masyarakat maupun anggota Organda DIY.

Baca juga :

Gubernur Jabar Ridwan Kamil Dapati Harga Ikan Naik Gara-gara BBM

Pengaturan tarif untuk kelas ekonomi nantinya melibatkan Dinas Perhubungan Provinsi. Sementara itu, untuk kategori eksekutif besarannya ditentukan perusahaan transportasi dengan menyesuaikan layanan bagi pengguna jasa.

“Itu (kenaikan) untuk semua kendaraan. Yaitu, AKAP, AKDP, pariwisata. Nanti juga taksi, tapi kan taksi masih ada SK Gubernur. Nah, kita masih menyesuaikan itu,” lanjutnya.

Hantoro menilai memang sudah saatnya penyesuaian tarif angkutan diberlakukan di saat pengeluaran untuk komponen lain sudah melambung lebih dulu. Seperti, oli, ban, AC, karoseri, juga rangka atau sasis.

“Itu sudah naik duluan, dan kita (kemarin) belum menaikkan. Setelah BBM naik kita harus menyesuaikan, kalau tidak kita nggak bisa melakukan pelayanan,” ungkapnya.

Terpenting, menurut Organda DIY, dengan kenaikan harga BBM ini tak lantas dibarengi dengan kelangkaan atau pembatasan pembelian bahan bakar subsidi bagi transportasi publik dan angkutan umum.

“Jangan sampai kaya kemarin sebelum naik itu kan di mana-mana langka. Itu malah repot bagi kami. Sebetulnya, kami itu sudah merasakan kenaikan karena kemarin kelangkaan BBM itu kan kami mencari muter-muter, dengan pembatasan pembelian itu kan juga repot sebenarnya,” imbuhnya.

Berita lainnya :

Sementara itu, kenaikan tarif angkutan antarkota dan antarprovinsi (AKAP) juga sudah ditemukan di Terminal Jombor, Sleman.

Tarif layanan Patas mulai naik dari Rp70 ribu menjadi Rp85 ribu untuk semua rute yang berangkat dari Terminal Jombor.

“Sudah naik sejak Minggu (4/9) pagi,” kata salah seorang petugas penjualan tiket Perusahaan Otobus (PO) Haryanto yang enggan disebutkan namanya.

Beberapa calon penumpang sempat kaget kala mengetahui perubahan ongkos ini. Beberapa beralih ke PO lain, dan lainnya tak punya pilihan lain selain merogoh kocek lebih.

(kum/bir)

Peringkat: 5 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Buka Rekrutmen PPPK, Pemerintah untuk Tenaga Kesehatan Akhir September 2022

Jakarta, MCP— Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi […]

Like, Subribe, & Coment Now