Dijadikan PSK dan Dikurung Anak Dibawah Umur di Apartemen, Kejahatan yang Terus Terjadi

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:4 Minute, 8 Second

Jakarta, MCP – Polda Metro Jaya mengungkap kasus penyekapan dan eksploitasi seorang remaja berinisial NAT (15). Korban dipaksa menjadi pekerja seks komersial (PSK) di apartemen wilayah DKI Jakarta dan Tangerang.

Kasus tersebut terungkap setelah lebih dari tiga bulan diselidiki kepolisian, sejak pihak keluarga korban bersama kuasa hukum melapor ke Polda Metro Jaya pada 14 Juni 2022. Pengungkapan ini pun diharapkan dapat membuka tabir yang lebih luas lagi, terkait dengan kasus eksploitasi anak dan perempuan lain di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Terlebih, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat bahwa kasus eksploitasi kelompok rentan seperti perempuan dan anak, cukup banyak terjadi di apartemen selama beberapa tahun terakhir. “Tentunya hasil pemeriksaan ini akan membuka tabir yang lebih luas lagi.

Baca juga : Motif Pembunuhan Wanita Dalam Karung di Serang: Sakit Hati Anak Dicueki

Sekarang korban satu, siapa tahu dengan terungkap kasus ini membuat teman-teman lain berani melapor,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan, Rabu (21/9/2022).

Sembilan anak dieksploitasi Zulpan mengatakan, terdapat dua tersangka yang ditangkap dalam perkara penyekapan dan eksploitasi anak di bawah umur tersebut.

Tersangka pertama ialah terlapor berinisial EMT (44), seorang perempuan yang berperan sebagai muncikari. EMT ditangkap pada Senin (19/9/2022) di wilayah Kalideres, Jakarta Barat.

Selain itu, penyidik juga menangkap seorang pria berinisial RR (19) selaku pacar korban. Pelaku merupakan orang yang memperkenalkan korban kepada EMT, dan membawanya ke apartemen. “Awalnya adalah bujuk rayu daripada muncikari kepada anak-anak di bawah umur. Akan diberikan pekerja yang menghasilkan uang banyak dan menguntungkan,” ungkap Zulpan.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, kata Zulpan, terungkap bahwa muncikari EMT memiliki delapan anak asuh selain NAT. Anak-anak yang masih di bawah umur itu turut dipaksa menjadi PSK di apartemen, dan wajib menyetorkan sejumlah uang kepada EMT.

“Sampai dengan kami lakukan penangkapan dan hasil pemeriksaan, yang bersangkutan memiliki delapan anak asuh atau anak yang diperjual belikan,” ungkap Zulpan.

Para tersangka menempatkan NAT dan delapan anak lain yang dijadikan PSK di tiga apartemen berbeda. Mereka akan berpindah-pindah atau bertukar tempat sesuai arahan dari EMT yang dibantu pelaku RR. “RR juga mengunakan korban secara seksual secara paksa untuk kebutuhan seksualnya,” kata Zulpan. Kejahatan luar biasa Komisioner KPAI Ai Maryati Solihah mengatakan, kasus yang menimpa NAT dan delapan korban lainnya merupakan kejahatan luar biasa terhadap anak.

Sebab, para korban yang merupakan anak-anak di bawah umur itu dieksploitasi secara ekonomi dan juga seksual oleh para pelaku. “Ini yang KPAI soroti. Pemanfaatan secara ekonomi, pemanfaatan secara seksual. Ini betul-betul menjadi kejahatan yang luar biasa terhadap anak-anak,” ujar Ai Maryati di Polda Metro Jaya, Rabu (21/9/2022).

Halaman selanjutnya

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

RESAH! BLT Membingungkan Penerima Bantuan, Masyarakat tidak tau cara mendapatkannya

Jakarta, MCP — Peraturan yang tertuang dalam Menteri […]

Like, Subribe, & Coment Now