Kenapa Otak Lemot?, ini 5 Kebiasaannya :

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:2 Minute, 9 Second

Jakarta, MCP— Lemot atau lemah otak adalah sebutan untuk mereka yang sering salah tangkap atau lambat berpikir. Lambat berpikir ini bisa terjadi karena berbagai hal.
Lemot ini biasanya bukan karena bawaan. Pasalnya semua orang hampir memiliki kapasitas otak yang sama.

Kebiasaan yang membuat otak lemot
Terkadang Anda tidak sadar telah melakukan hal-hal yang bisa merusak otak. Padahal jelas otak adalah aset yang paling berharga. Ketahuilah ada beberapa kebiasaan yang bisa membuat otak lemot.

Otak mengontrol semua yang Anda lakukan. Penting untuk menjaganya dengan membuat pilihan yang sehat. Berikut ada beberapa kebiasaan yang sering dilakukan tapi justru bisa membuat otak lemot:

Baca juga : MCP News Flash : Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Biofarmasi Pertama di Asia Tenggara

1. Terlalu lama sendiri
Manusia adalah makhluk sosial. Wajar jika terlalu banyak menghabiskan waktu sendiri tanpa berinteraksi dengan orang akan membuat otak lemot.

Melansir WebMd, hal ini tidak berkaitan dengan seberapa banyak teman Anda. Tapi lebih kepada bagaimana Anda bisa tetap terkoneksi dengan teman. Walau Anda hanya memiliki dua orang teman dekat misalnya. Bagaimana kalau kelamaan jomblo? 

2. Volume earphone terlalu tinggi
Mendengarkan musik menggunakan earphone memang menyenangkan. Tapi ingat, jangan pernah menyalakan earphone dalam volume maksimal atau tinggi.

Suara earphone yang terlalu nyaring bisa merusak pendengaran secara permanen hanya dalam 30 menit. Tapi bukan hanya telinga Anda otak juga bisa kena masalah. Jadi kecilkan, tidak lebih keras dari 60 persen volume maksimum perangkat.

3. Mageran
Mager atau malas gerak bisa menyebabkan otak lemot. Anda juga lebih mungkin terkena diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. Semua penyakit ini juga berkaitan dengan Alzheimer.

Anda tidak harus mulai berlari maraton. Cukup setengah jam di taman atau jalan cepat di sekitar lingkungan. Hal yang penting lakukan minimal 3 hari dalam seminggu.

Baca juga : Deklarasi “Forum Komunikasi Realisasi Anti Stunting INDONESIA (FK-RASI)”

4. Kurang tidur
Jam tidur orang dewasa mestinya ada di waktu sekitar tujuh hingga delapan jam. Sayangnya, banyak orang dewasa yang malah tidur kurang dari empat jam.

Padahal penelitian dalam Sleep edisi Desember 2018, dilansir dari Harvard Health Publishing, menemukan bahwa keterampilan kognitif seperti memori, penalaran, dan pemecahan masalah akan turun jika kurang tidur.

Berita lainnya :

5. Terlalu banyak duduk
Sebuah studi 2018 di PLOS One menemukan bahwa terlalu banyak duduk terkait dengan perubahan di bagian otak yang penting untuk memori. Para peneliti menggunakan pemindaian MRI untuk melihat lobus temporal medial (MTL), wilayah otak yang membuat ingatan baru, pada orang berusia 45 hingga 75 tahun.

Mereka yang duduk paling lama memiliki wilayah MTL lebih tipis. Menurut para peneliti, penipisan MTL dapat menjadi awal dari penurunan kognitif dan demensia, dikutip cnn.

(tst/chs)

MCP digital News Flash/Play on Youtube

Peringkat: 5 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

12 Oktober Buruh Rencana Demo Tolak Kenaikan Harga BBM dan tolak omnibus law

Jakarta, MCP— Buruh yang tergabung dalam sejumlah organisasi […]

Like, Subribe, & Coment Now