Tidak Muluk, 2024 Keinginan Pengusaha Soal Pengganti Presiden Jokowi

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Jakarta, MCP- Riuh pemilihan Presiden 2024 sudah mulai terasa sejak kini. Ada dua nama yang kerap disebut untuk masuk ke dalam radar, yakni Gubernur DKI Jakata Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ternyata bagi pengusaha bukan soal figur.

Anies bahkan sudah mendapat restu dari Partai Nasdem sebagai bakal calon Pemilu 2024 yang akan datang. Kalangan pengusaha pun sudah memantau perkembangannya. Harapannya yakni lahir pemimpin yang mampu mengakomodasi dunia usaha.

“Presiden yang mau mendengar dan memberikan ecosystem berusaha , karena belanja negara APBN & APBD sumber utama dari pajak,” kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang perdagangan Kadin Benny Soetrisno dikutip CNBC.

Baca juga : NasDem Resmi Usung Gubernur DKI Anies Jadi Capres untuk Pemilu 2024!

Sementara itu, Anggota komite industri Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Achmad Widjaja menyebut dunia usaha tidak terlalu memerdulikan sosok yang muncul. Ia lebih melihat pemimpin tersebut mampu memudahkan dunia usaha dalam bekerja.

“Yang terpenting bagi dunia usaha bukan figurnya, atau siapa orangnya. Siapapun yang terpenting bisa menjalankan kebijakan dengan baik, artinya konsisten dengan kebijakan yang dibuat, bukan yang berubah-rubah,” katanya.

Baca juga : SBY Beberkan Dugaan Tidak Jujur dan Tidak Adil Pada Pemilu 2024, Hanya 2 Pasangan Capres-Cawapres

Adanya pandemi membuat situasi tidak menentu, akibatnya pemerintah pun kerap membuat kebijakan yang berubah-rubah. Hal itu menjadi tantangan bagi pemimpin baru dalam beradaptasi. Apalagi dampaknya sangat terasa bagi dunia usaha.

“Dunia usaha ngga macam-macam, terpenting pemimpin itu bisa menciptakan situasi yang kondusif, stabilitas ekonomi juga bagian penting. Terpenting itu apalagi kita masih dalam tahap recovery kan, gak penting figurnya siapa,” sebut AW.

Berita lainnya :

Ia juga menyoroti bagaimana sejumlah kebijakan ekonomi sempat berubah belakangan ini, misalnya dalam larangan ekspor CPO dan batu bara di awal tahun silam. Hal itu menimbulkan ketidakpastian bagi dunia usaha kala itu.

“Kalau kebijakannya berubah-rubah yang ada malah menimbulkan inflasi, kan ngaruh karena adanya ketidakpastian, padahal itu yang paling dihindari pengusaha. Akibatnya iklim usaha juga jadi gak bagus,” sebut AW.

(hoi)

MCP News Flash/Play on Youtube

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta mediacyberpendidikan.com +62 821-2071-2031 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Peringkat: 3 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

10 Destinasi Wisata Bali Baru di Indonesia : Banten Menjelma Jadi Bali, 2 Jam dari Ibu Kota

Jakarta, MCP- Pembangunan tol Serang – Panimbang sepanjang 83,67 […]

Like, Subribe, & Coment Now