SBY : Ingatkan Dunia Bisa Mengalami Krisis di 3 Sektor

0 0
Read Time:6 Minute, 25 Second

Jakarta, MCP— Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan dunia bisa mengalami krisis di tiga sektor secara berbarengan (triple crises). Tiga sektor yang dimaksud adalah keamanan, ekonomi, dan lingkungan.
Dalam akun Twitter resminya, @SBYudhoyono, ia mengatakan sektor keamanan terancam krisis semenjak perang Rusia-Ukraina, yang bisa membahayakan keamanan internasional. Perang yang terjadi sejak Februari lalu itu hingga kini belum menunjukkan tanda terakhir.

“Jika perang di Ukraina makin ‘liar’ dan tidak terkendali, terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir bisa menjadi kenyataan,” ujar SBY, Selasa (11/10).

Baca juga : 115 Ribu Pekerjaan Putus Kerja! Krisis Inggris Makin Mencekik

Tak hanya perang Rusia-Ukraina, hubungan China-Taiwan juga memanas setelah Ketua Parlemen AS Nancy Pelosi berkunjung ke Taiwan. Taiwan bahkan telah menggelar simulasi perang terutama serangan udara sebagai antisipasi menghadapi ancaman China pada Senin (25/7).

“Ingat, Perang Dunia II dulu, mandala besarnya ada di Eropa & Asia. Haruskah kita biarkan terjadi lagi?,” ujar SBY.

Sementara dari sektor ekonomi, SBY mengingatkan soal ancaman resesi global yang semakin nyata seperti yang telah diperingatkan oleh lembaga seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Presiden Bank Dunia David Malpass sebelumnya mengatakan kebijakan moneter bank sentral yang cukup agresif akan menghambat proses pemulihan ekonomi global. Imbasnya, ekonomi dunia diperkirakan melambat menjadi 0,5 persen tahun depan.

Kemudian IMF memperkirakan ekonomi global hanya tumbuh 3,2 persen pada tahun ini dan 2,9 persen tahun depan.

Adapun dari sektor lingkungan, SBY khawatir apabila goncangan ekonomi dan keamanan global tidak terkendali saat pandemi covid-19 masih ada, maka penyelamatan bumi dari pemanasan global bisa gagal.

Sebab, negara-negara di dunia tidak lagi peduli dan menjadikan upaya penyelamatan bumi menjadi prioritas.

Hal ini terlihat manakala negara-negara di Eropa kembali melirik sumber energi fossil, batu bara, saat ada gangguan pasokan gas dari Rusia.

Sebetulnya, apa yang disampai SBY dalam Twitternya sudah bolak balik dikatakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), meski ia tak menyebut istilah triple crisis.

Kala itu, Jokowi menilai perang Rusia – Ukraina membuat banyak negara mengalami krisis ekonomi, energi, dan pangan.

Baca juga : Ngeri! Menkeu Bawa Kabar Buruk Nih soal Ekonomi

“Kita harus bersama-sama berjuang untuk menghentikan perang dan membangun perdamaian, tetapi kita juga harus bersiap untuk memitigasi dan mengelola krisis dengan sebaik-baiknya,” ujar Jokowi saat membuka Kongres Kelima World Conference on Constitutional Justice (WCCJ) di Badung, Bali, Rabu (5/10).

Jokowi, dalam kesempatan terpisah, juga mengatakan kelangkaan energi dan pangan serta ancaman inflasi global, di tengah perang Rusia-Ukraina akan memperparah krisis ekonomi dunia.

Padahal, perekonomian dunia masih belum pulih usai dihantam pandemi covid-19 selama lebih dari dua tahun ini.

“Perang yang membuat pusing semua negara ini akan memperdalam krisis perekonomian dan meningkatkan ketegangan politik dunia,” tuturnya mengingatkan dalam acara CNBCIndonesia Economic Outlook 2022 bertema Percepatan Pemulihan Ekonomi Indonesia 2022, Selasa (22/3).

“Harga minyak mentah, harga gas, harga pangan, seperti gandum pun naik. Tak terkecuali harga komoditas barang tambang dan batu bara. Kenaikan harga-harga dibayangi dengan lonjakan inflasi. “Permasalahan ini menjadi tantangan banyak negara, termasuk juga Indonesia,” imbuh Jokowi.

Selain kondisi ekonomi yang dihantui ancaman krisis, Jokowi pun menyinggung masalah lingkungan, di mana perubahan iklim yang terjadi di dunia saat ini makin mengarah pada kondisi yang mengerikan.

Menurutnya, cuaca ekstrem akan semakin sering terjadi dan disertai risiko tinggi.

“Frekuensi, intensitas, dan durasi bencana hidrometeorologi akan makin meningkat. Daya adaptabilitas tanaman dan produktivitas tanaman semakin menurun dan ini mengancam ketahanan pangan di negara kita,” kata Jokowi pada puncak peringatan Hari Meteorologi Dunia ke-72, Rabu (30/3).

Baca juga : Warga Diwanti-wanti Hemat Gas, Krisis Energi Landa Jerman

Pada kesempatan berbeda, Jokowi mengatakan tingkat inflasi global, konfrontasi geopolitik, dan perubahan iklim membuat dunia semakin diselimuti ketidakpastian dan tidak bisa diprediksi.

“Sekarang semua berubah ditambah konfrontasi geopolitik, plus perubahan iklim sehingga sekarang bisa kita lihat bencana alam semakin sering terjadi,” ujarnya di Investor Daily Summit, Selasa (11/10).

“Dengan situasi yang ada sekarang ini negara manapun dapat terlempar cepat keluar jalur apabila tidak hati-hati dan tidak waspada baik dalam pengelolaan moneter maupun fiskal,” lanjutnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan risiko triple crisis seperti yang disebut SBY bakal terjadi. Namun, ia menyebut kondisi itu dengan istilah badai sempurna atau perfect storm.

halaman selanjutnya :

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

2 thoughts on “SBY : Ingatkan Dunia Bisa Mengalami Krisis di 3 Sektor

  1. Apapun bentuk krisis atau berita luar negeri yang berdampak untuk dunia dan berimbas ke Indonesia, rakyat terkadang tidak begitu paham dengan semuanya, ada pemerintah dan jajarannya yang dipercaya untuk menjalannkan serta mengatur baik buruknya negara ini….wahai penguasa seandainya kalian menjadi kami, kalian akan merasakan semua serba sulit untuk bertahan hidup dalam kondisi seperti ini…

Comments are closed.

Next Post

Rudal Rusia Terus Bombardir Kota Kyiv, 5 Orang di Kabarkan Tewas

Jakarta, MCP News Flash — Sejumlah bangunan dan […]

Like, Subribe, & Coment Now