Luhut Binsar Pandjaitan “Pemerintah Indonesia Sikapi Kalahnya Gugatan Larangan Ekspor Nikel (WTO), Kita Akan Lawan!

Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:2 Minute, 36 Second

Jakarta, MCP – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Pemerintah Indonesia akan menyikapi kalahnya dari gugatan larangan ekspor nikel di World Trade Organization (WTO) dengan perlawanan. Perlawanan ini dengan mengajukan banding.
Indonesia digugat di WTO karena menghentikan aktivitas ekspor bahan mineral nikel. hasil keputusan akhirnya, ditetapkan bahwa kebijakan Indonesia dinyatakan terbukti melanggar ketentuan WTO.

“Ya kita lawan. Menurut saya, tidak adil. Jadi itu sebabnya kita bikin South-South Cooperation,” kata Luhut di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Minggu (27/11/2022).

South-South Cooperation (SSC) merupakan langkah untuk menyatukan suara dari negara-negara di wilayah selatan yang memiliki sumber daya mineral seperti Indonesia.

Baca juga : Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut : Kalau Ada yang Kritik Saya, “Suka-suka Kau Lah”

Atas hal ini, Luhut mengatakan, Indonesia tengah menjalankan proses pengajuan banding. Namun, prosesnya akan memakan waktu cukup lama hingga 2028. “Kita lagi jalan banding dan itu masih jauh, bisa sampai tahun 2028 ya,” ujarnya.

Luhut pun menegaskan kembali soal komitmen Indonesia untuk terus mendorong proses hilirisasi tambang di Indonesia demi meningkatkan nilai tambah. Menurutnya, tanpa adanya hilirisasi ekonomi RI tidak mampu seperti sekarang ini.

“Kenapa saya mesti harus ekspor ke kamu? Nilai tambahnya di tempatmu, baru kau kasih ke saya? Saya mesti bikin di negara saya dong, supaya nilai tambahnya seperti sekarang. Kalau tidak ada hilirisasi, ekonomi Indonesia hari ini tidak seperti ini,” tegasnya.

Baca juga : Presiden Sentil Luhut Pakai Jas Kuning di HUT Golkar

Sebelumnya, kabarnya kekalahan ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. Ia mengatakan, Indonesia dinyatakan terbukti melanggar ketentuan WTO.

“Keputusan final panel WTO di atas perkara larangan ekspor Indonesia yang disebut dalam sengketa DS 192 WTO memutuskan bahwa kebijakan pelarangan ekspor dan kewajiban dan pengolahan pemurnian mineral di dalam negeri terbukti melanggar ketentuan WTO,” kata Arifin, saat rapat dengan Komisi VII di DPR RI, dikutip Detik, Senin (21/11/2022).

Baca juga : Model Cantik Asal Malaysia di Cium Eric Tsang: Aku Cuma Ramah

Dalam paparannya, tertulis bahwa final panel report dari WTO sudah keluar per 17 Oktober 2022. Melihat putusan itu, Arifin menilai masih ada peluang untuk banding terkait larangan ekspor nikel kepada WTO.

Pemerintah Indonesia juga beranggapan tidak perlu ada perubahan peraturan atau bahkan mencabut kebijakan yang dianggap tidak sesuai tersebut sebelum ada keputusan sengketa diadopsi Dispute Settlement Body (DSB).

Berita lainnya :

“Pemerintah berpandangan bahwa keputusan panel belum memiliki keputusan hukum yang tetap, sehingga masih terdapat peluang untuk banding,” tuturnya.

(ara)


Media Cyber Pendidikan / www.mediacyberpendidikan.com

Kita semua turut berduka, atas apa yang dialami oleh saudara-saudara kita di area gempa Cianjur. Mari bantu mereka dengan apapun kita mampu, bantuan doa dan donasi akan sangat bermanfaat bagi mereka


Tonton Juga : MCP News Flash/Play on Youtube

Ayo Kita Perduli Anak-Anak Indonesia Tetap Sekolah, Donasi untuk Masa Depan Anak-Anak Yatim-PiatuDonasi Anda Bisa Anda Salurkan di Nomer Rekening dibawah ini : 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta mediacyberpendidikan.com +62 821-2071-2031 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Peringkat: 4 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Papua dan Pemilu 2024, Jadi Konsentrasi Calon Panglima TNI Yudo

Jakarta, MCP — Masa jabatan Panglima TNI Jenderal Andika […]

Like, Subribe, & Coment Now