Fenomena Hantu Banyak Dipercaya Paranormal, Apakah Hantu Itu Ada?

Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:4 Minute, 44 Second

Jakarta, MCP — Terlepas dari sejumlah kesaksian soal fenomena kehadiran hantu di berbagai media maupun rekan dekat, bisakah sains sejauh ini membuktikan keberadaan makhluk halus ini?
Dikutip dari LiveScience, fenomena hantu adalah salah satu fenomena paranormal yang paling banyak dipercaya.

Jutaan orang tertarik dengan cerita dari orang dekat maupun internet, seperti cerita-cerita hantu di forum Reddit maupun utas di Twitter setiap hari. Salah satu contoh yang sempat viral adalah kisah KKN di desa penari.

Bagi banyak orang, kisah itu tak sekadar hiburan, tapi juga kepercayaan. Jajak pendapat Ipsos pada 2019 menemukan 46 persen orang Amerika Serikat mengaku benar-benar percaya pada hantu.

Baca juga Korban Tragedi Halloween Itaewon Korea Jenazah Berjejeran di Trotoar, 151 Tewas, 355 Orang Hilang

Ada pula klub hantu yang didedikasikan untuk mencari bukti hantu di universitas bergengsi, termasuk Cambridge dan Oxford serta Society for Psychical Research pada 1882.

Meski begitu, sejauh ini hantu belum dapat dibuktikan secara ilmiah dan empirik, tak sekadar cerita dari mulut ke mulut, jari ke jari, atau foto hasil edit, dan keyakinan priabadi. Apa penyebab susahnya membuktikan itu nyata?

Definisi hantu tak jelas
Kesulitan dalam menyelidiki hantu dimulai dengan ketiadaan definisi yang disepakati secara universal tentang apa itu hantu. Terlalu banyaknya fenomena yang dikaitkan dengannya, mulai dari masalah pintu menutup sendiri hingga perasaan didatangi keluarga yang sudah meninggal.

Baca juga : Pesta Halloween Sisakan Tragedi di Itaewon Tewaskan 149 Orang

Hal itu terungkap dalam riset Sosiolog Dennis dan Michele Waskul yang mewawancarai orang-orang yang pernah merasakan sosok kehadiran hantu pada 2016.

“Banyak responden kami hanya yakin bahwa mereka telah mengalami sesuatu yang luar biasa sesuatu yang tidak dapat dijelaskan, luar biasa, misterius, atau menakutkan,” katanya.

Pengalaman pribadi adalah satu hal yang menjadi bukti kepercayaan akan adanya hantu. Tetapi bukti ilmiah adalah masalah lain.

Baca juga : Dampak Pemanasan Global Puluhan Desa Vanuatu Akan Direlokasi, Khawatir Air Laut Naik dan Tenggelam

Beberapa percaya mereka adalah roh orang mati yang karena alasan apa pun “tersesat” dalam perjalanan ke alam lain yang lain. Ada pula yang menilai hantu adalah entitas telepati yang diproyeksikan ke dunia dari pikiran kita.

Ada banyak kontradiksi yang melekat dalam gagasan tentang hantu. Misalnya, hantu berwujud atau tidak, dapat bergerak melalui benda padat tanpa mengganggu, atau dapat membanting pintu hingga tertutup dan melemparkan benda ke seberang ruangan.

Belum ada teknologi alam gaib
Peneliti lain mengklaim alasan hantu belum terbukti ada adalah karena manusia belum memiliki teknologi yang tepat untuk menemukan atau mendeteksi dunia roh.

Para pemburu hantu menggunakan banyak metode kreatif (dan meragukan) untuk mendeteksi keberadaan roh. Banyak yang terinsipirasi dari alat Psychokinetic Energy (PKE) Meter dalam film Ghostbusters.

Misalnya, Geiger, detektor Medan Elektromagnetik (EMF), detektor ion, kamera infra merah, dan mikrofon sensitif. Namun tidak satu pun dari peralatan ini yang pernah terbukti benar-benar mendeteksi hantu.

Dalam sebuah artikel berjudul Things That Go Bump in the Literature: An Environmental Appraisal of “Haunted Houses”, para pakar menyebut riset-riset tentang rumah hantu kebanyakan inkonsisten atau lemah.

Baca juga : Deddy Yevri Sitorus “Jangan Demi Ambisi Kekuasaan dan Materi, Relawan Jokowi Melakukan Manuver”

Selain itu, menurut para ahli, studi yang dibuat berfokus kepada suasana rumah seperti level pencahayaan, kualitas udara, suhu, dan medan magnet. 

Cocoklogi teori ilmiah
Banyak pemburu hantu mencocok-cocokan teori ilmiah sebagai bukti keberadaan makhluk gaib. Salah satu yang diusung adalah teori Albert Einstein, salah satu fisikawan terbesar sepanjang masa.

Pencarian via Google Search sempat menghasilkan hampir 8 juta hasil yang mengklaim hubungan antara hantu dan karya Einstein yang meliputi konservasi energi.

Misalnya, peneliti hantu John Kachuba, dalam bukunya “Ghosthunters” (2007, New Page Books), menulis, “Einstein membuktikan bahwa semua energi alam semesta adalah konstan dan tidak dapat diciptakan atau dihancurkan. … Jadi apa yang terjadi pada energi itu ketika kita mati? Jika tidak dapat dihancurkan, maka, menurut Dr. Einstein, energi itu harus diubah menjadi bentuk energi lain. Apakah energi baru itu? … Bisakah kita menyebut ciptaan baru itu hantu?”

Ide ini muncul – dan diklaim sebagai bukti keberadaan hantu – di hampir semua situs web bertema makhluk halus.

Contohnya, kelompok Tri County Paranormal menyatakan, “Albert Einstein mengatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, ia hanya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Ketika kita hidup, kita memiliki energi listrik di dalam tubuh kita. … Apa terjadi pada listrik yang ada di tubuh kita, menyebabkan jantung kita berdetak dan memungkinkan kita bernapas? Tidak ada jawaban yang mudah untuk itu.”

Sebagai catatan, hukum kekekalan energi bukan pertama kali dinyatakan oleh Einstein, tapi oleh fisikawan Émilie du Châtelet. Teori relativitas Einstein menegaskan bahwa kekekalan energi dan massa terkait.

Klaim-klaim itu punya kelemahan mendasar. Saat seseorang meninggal, energi dalam tubuhnya pergi ke tempat energi semua organisme pergi setelah matu: ke lingkungan.

Ketika manusia mati, energi yang disimpan dalam tubuhnya dilepaskan dalam bentuk panas, dan dipindahkan ke hewan yang memakan jasad kita, seperti cacing dan bakteri, tumbuhan pun turut menyerapnya.

Berita lainnya :

Jika kasusnya kremasi, energi dalam tubuh kita dilepaskan dalam bentuk panas dan cahaya.

Sebagian besar “energi” yang ditinggalkan oleh orang mati membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk masuk kembali ke lingkungan dalam bentuk makanan; sisanya menghilang tak lama setelah kematian.

Saksikan Video di Bawah Ini:

(can/lth)


Media Cyber Pendidikan / www.mediacyberpendidikan.com

Kita semua turut berduka, atas apa yang dialami oleh saudara-saudara kita di area gempa Cianjur. Mari bantu mereka dengan apapun kita mampu, bantuan doa dan donasi akan sangat bermanfaat bagi mereka


Saksikan Video di Bawah Ini:

MCP News Flash/Play on Youtube


Ayo Kita Perduli Anak-Anak Indonesia Tetap Sekolah

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta mediacyberpendidikan.com +62 821-2071-2031 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Peringkat: 3 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Peluang Anak IPS, Ambil Jurusan Kuliah dengan Prospek Karir Bagus

Jakarta, MCP — Ada banyak rekomendasi jurusan kuliah untuk […]

Like, Subribe, & Coment Now