Indonesia Jadi Otoriter Setelah Sahkan KUHP Baru, Media Luar Negeri Soroti KUHP Masuk Ranah Pribadi

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
1 0
Read Time:4 Minute, 12 Second

Jakarta, MCP — Media asing masih menyoroti pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Indonesia baru pada Selasa (6/12) karena mencakup sejumlah pasal kontroversial terkait hak asasi manusia (HAM).
Banyak media internasional menyoroti KUHP baru Indonesia semakin menyentuh ranah pribadi dan urusan rumah tangga individu, terutama soal pasal perzinaan.

Beberapa media asing juga mengkritik hukuman terhadap penghina presiden dan lembaga negara yang dinilai melanggar ideologi Pancasila itu sendiri.

Baca juga : Hubungan Seks dengan Hewan Penjara 1 Tahun

Media China yang berbasis di Hong Kong, The South China Morning Post (SCMP) menulis artikel berjudul Is Indonesia Headed in an ‘Authoritarian Direction’ with New Criminal Code dan Indonesian Activist Decry Curbs to Sex and Free Speech under New Criminal Code: ‘Destruction of Democracy Itself” pada Selasa (6/12).

Artikel SCMP tersebut memuat kritikan pedas dari berbagai kalangan terutama aktivis yang menganggap pengesahan KUHP baru menjadi “salah satu tanda” Indonesia, salah satu negara demokrasi terbesar, bisa kembali ke rezim otoriter.

Selain SCMP, media asal Amerika Serikat seperti CNN dan koran The New York Times juga mewartakan hal serupa.

Dalam artikelnya berjudul Indonesia Bans Sex Outside Marriage as Parliament Passes Sweeping New Criminal Code, CNN melaporkan pengesahan KUHP baru semakin memperjelas bahwa sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, Indonesia telah mengalami peningkatan konservatisme agama dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga : RUU KUHP : Soal Aturan Check In di Hotel bagi Mereka Bukan Pasangan Sah

Dikutip CNN mewartakan hukum Islam yang ketat sudah diberlakukan di beberapa bagian Indonesia, termasuk provinsi semi-otonom Aceh, di mana alkohol dan perjudian dilarang. Pencambukan publik juga terjadi di wilayah tersebut untuk berbagai pelanggaran termasuk homoseksualitas dan perzinahan.

KUHP baru ini tak hanya mengancam para aktivis HAM dan penegakan HAM itu sendiri, tapi juga berpotensi merusak sektor pariwisata Indonesia.

Baca juga : Miss Kroasia Nekat Tampil Seksi saat Nonton Pertandingan Piala Dunia di Qatar

“Perubahan hukum pidana tidak hanya mengkhawatirkan para pembela hak asasi manusia, yang memperingatkan potensi mereka untuk membungkam kebebasan pribadi, tetapi juga perwakilan industri perjalanan – yang mengkhawatirkan dampak potensial mereka terhadap pariwisata.”

Sementara itu, dalam artikelnya berjudul In Sweeping Legal Overhaul, Indonesia Outlaws Sex Outside Marriage, New York Times menyoroti pengesahan KUHP baru dikhawatirkan menodai status Indonesia selama ini yang dianggap sebagai negara paling toleran dan demokratik di Asia Tenggara.

Media lainnya seperti kantor berita Reuters, koran asal Inggris The Guardian, portal berita berbasis di Qatar The Aljazeera, sampai media asal Singapura The Straits Times, dan media Malaysia The Star juga turut mewartakan pengesahan KUHP baru Indonesia yang kontroversial.

DPR RI meresmikan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) menjadi undang-undang dalam rapat paripurna, Selasa (5/12).

Beleid itu pun kini sah menggantikan KUHP sebelumnya yang merupakan warisan kolonialisme Belanda di Indonesia.

Baca juga : Bedah RKUHP: Kriminalisasi Kumpul Kebo hingga Jual Kondom ke ABG

Namun, sejak awal penggodokan, undang-undang itu sudah mengundang banyak kritik lantaran memuat sejumlah aturan yang dinilai kontroversial. Beberapa pasal yang dianggap bermasalah antara lain penghinaan terhadap presiden dan lembaga negara, makar, pidana demo tanpa pemberitahuan, berita bohong, hingga larangan kohabitasi atau kumpul kebo.

Berita lainnya :

(rds)


Media Cyber Pendidikan PEDULI CIANJUR, GARUT & GUNUNG SEMERU

Kita semua turut berduka, atas apa yang dialami oleh saudara-saudara kita di area gempa Cianjur. Mari bantu mereka dengan apapun kita mampu, bantuan doa dan donasi akan sangat bermanfaat bagi mereka


Saksikan Video di Bawah Ini:


Ayo Kita Perduli Anak-Anak Indonesia Tetap Sekolah


* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta mediacyberpendidikan.com +62 821-2071-2031 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Peringkat: 5 dari 5.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Ferdy Sambo "Tidak Ada Motif Perselingkuhan, Istri Saya diperkosa oleh almarhum Yosua"

Jakarta, MCP— Mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo menegaskan tidak ada […]

Like, Subribe, & Coment Now