Namanya Dicatut dan Dianggap Merugikan, Gema Gugat Partai Garuda Rp 2,5 M

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:1 Minute, 55 Second

Purwokerto, MCP – Gema Etika Muhammad (29), warga Banyumas, Jawa Tengah, mengaku tak pernah terlibat dalam kegiatan politik, apalagi menjadi anggota partai politik (Parpol) Ia mengaku baru mengetahui namanya terdaftar sebagai anggota Partai Garuda saat petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyumas melakukan verifikasi parpol ke rumahnya di Desa Ledug, Kecamatan Kembaran, pada pertengahan November 2022.

Saat itu, petugas KPU tidak bertemu langsung dengan Gema, melainkan dengan ibunya. “Petugas KPU tanya namanya betul? Alamatnya betul? Pernah mendaftar Partai Garuda tidak?” kata Gema menirukan petugas KPU saat ditemui usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (16/12/2022).

Menurut Gema, nama dan alamat yang ditanyakan petugas KPU benar. Namun, ia mengaku tidak pernah mendaftar sebagai anggota Partai Garuda. “Saya enggak pernah mendaftar, enggak tahu juga nama Partai Garuda,” ucap Gema.

Baca juga : Nomor Urut Partai Politik Peserta Pemilu 2024

Akhirnya, saat itu petugas KPU meminta Gema untuk melakukan klarifikasi di Kantor KPU Banyumas pada keesokan harinya. “Saya datang ke KPU, tapi dari pihak Partai Garuda enggak datang, cuma menyampaikan surat permintaan maaf dan menyatakan saya bukan anggota,” ujar Gema.

Namun Gema tidak puas dengan jawaban itu. Ia merasa bahwa pencatutan namanya merupakan pencurian data.

“Saya merasa dicuri datanya,” kata Gema.

Dan yang lebih membuat khawatir, Gema terancam tidak dapat lagi mendaftar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS), karena terdaftar sebagai anggota parpol.

Sehingga Gema memutuskan mengajukan gugatan senilai Rp 2,5 miliar karena pencatutan tersebut sangat merugikan dirinya.

Baca juga : Imbas Resesi Bagi Warga AS, PHK hingga Sulit Beli Rumah

“Rencana mendaftar CPNS jadi terhalang. Dulu saya pernah ndaftar, tahun depan rencananya mau ndaftar lagi,” ujar Gema. Diberitakan sebelumnya, Gema menggugat Partai Garuda karena namanya dicatut sebagai angggota.

Sidang perdana perkara Nomor 88/Pdt.G/2022/PN Pwt ini digelar di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dikutip Kompas Jumat (16/12/2022).

Dalam gugatannya, penggugat menuntut ganti rugi materiil sebesar Rp 500 juta serta kerugian immateriil Rp 2 miliar.

Terpisah, Ketua DPC Partai Garuda Banyumas Isnaeni mengatakan, telah melakukan klarifikasi yang difasilitasi KPU Banyumas pada saat proses verifikasi parpol, beberapa waktu lalu.

Berita lainnya :

“Kami dipanggil KPU karena ada komplain dari masyarakat. Kami langsung membuatkan surat pencoretan bahwa nama tersebut bukan angggota Partai Garuda,” jelas Isnaeni.

Isnaeni mengaku, tidak pernah memasukkan nama tersebut sebagai anggota Partai Garuda.




Peringkat: 2 dari 5.

Kembali ke Menu Utama

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
100 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Jejak Penampilan Argentina di Final Piala Dunia Sepanjang Masa

Jakarta, MCP – Timnas Argentina akan menorehkan penampilan […]

Like, Subribe, & Coment Now