PR Jawa Timur, Lulusan SMA lebih dari 50 Persen Tidak Melanjutkan ke Perguruan Tinggi

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:1 Minute, 27 Second

Jawa Timur, MCP — Lebih dari 50 persen lulusan SMA di Jawa Timur tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dalam malam penganugerahan SMA Awards 2022.

Khofifah menuturkan, pendidikan menjadi bagian penting untuk membangun peradaban dunia ke depan. Peradaban dunia tersebut harus diwarnai dengan nilai-nilai yang menjunjung tinggi derajat kemanusiaan dan kebinekaan.

“PR bagi Jawa Timur, bahwa lulusan SMA lebih dari 50 persen tidak memilih ke perguruan tinggi. Padahal sekolah menjadi bagian membangun peradaban ke depan. Dan peradaban dunia harus direbut,” tutur Khofifah, dikutip Kumparan Minggu (18/12) malam.

Baca juga : PGRI Tantang Jujur Menteri Pendidikan Nadiem, Jangan PHP Guru Lagi, PGRI Buka 5 Fakta Penghapusan TPG

Khofifah mengatakan, bahwa Kishore Mahbubani, pernah memprediksi pergerakan dunia berasal dari negara Timur Tengah, kemudian ke Eropa, Amerika dan Asia.

“Ini prediksi tahun 2009 dan saat itu Indonesia belum mampu menangkap peluang tersebut. Korea menjadi negara yang bisa menangkap peluang peradaban tersebut,” kata Khofifah.

10 tahun kemudian, di tahun 2019, Kishore Mahbubani memprediksi peradaban dunia yang mempunyai peluang menangkap adalah Indonesia.

Untuk itu, Khofifah mengajak seluruh stakeholder pendidikan untuk memperkuat kerja sama diberbagai bidang agar bisa mewarnai peradaban dunia dengan nilai kemanusiaan, perdamaian serta penghormatan antar sesama.

Baca juga : Mahalnya Sertifikat Laik Fungsi, Pengelola Pendidikan di Kendal Mengeluh

“Mari membangun penguatan di berbagai bidang, sektor pendidikan dengan bangunan perdamaian, pendidikan dengan industri, dan pendidikan dengan teknologi, pendidikan dengan budaya,” ucapnya.

Tak lupa, ia juga berpesan kepada para siswa yang hadir dalam kesempatan tersebut untuk melanjutkan pendidikan dan tetap mencintai tanah air.

Berita lainnya :

“Setinggi apa pun anak-anak melanjutkan pendidikan tertinggi, baik di Indonesia ataupun luar negeri. Di mana pun profesi kalian, cintai negeri, jaga negeri ini, jaga Pancasila jangan pernah pindah ke lain hati,” tukasnya.



Peringkat: 5 dari 5.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
100 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Sikap UG, Kasus Pelecehan Seksual  Mahasiswi dengan Cara Damai, Menuai Keprihatinan

Jakarta, MCP– Asisten Deputi Pelayanan Perempuan Korban Kekerasan […]

Like, Subribe, & Coment Now