Dalam Kondisi Krisis Ekonomi Warga Argentina Tetap Berpesta Jadi Pemenang Piala Dunia 2022

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:1 Minute, 37 Second

Jakart, MCP — Argentina bergemuruh gembira setelah tim nasional mereka menyabet gelar juara Piala Dunia pada Minggu (18/12), di tengah krisis yang tengah melanda Negeri Tango.
Walau masih didera krisis ekonomi, mereka berhamburan ke jalan-jalan di Buenos Aires, menyalakan kembang api, hingga membunyikan klakson sembari mengibarkan bendera Argentina.

“Argentina sedang sengsara, melalui naik turun ekonomi di mana kami selalu kesulitan memenuhi kebutuhan hingga akhir bulan, tapi kemenangan ini sempurna. Penderitaan kami terbayar,” ujar seorang warga, Agustin Acevedo, dikutip AFP.

Ia kemudian berkata, “Harus ditegaskan, Argentina sedang dalam masalah, secara ekonomi, sosial. It sangat buruk, jadi distraksi [kemenangan] ini sangat dibutuhkan.”

Baca juga : PSK Bertambah di Inggris : Krisis Membuat Anak Makan Karet, dan Liz Truss Mundur

Ia mengaku tak percaya Argentina bisa menang, karena selama ini negaranya “sudah ditakdirkan untuk sengsara.”

“Saya tak percaya. Saya tak percaya,” katanya berulang kali, masih terperangah dengan kemenangan Argentina berkat adu penalti di akhir laga final.

Kemenangan Argentina memang disebut-sebut sebagai pelipur lara mujarab bagi warga yang masih terus dibayangi krisis ekonomi.

Merujuk pada data yang dihimpun AFP, sekitar 45 persen dari 45 juta populasi di Argentina hidup di bawah garis kemiskinan. Penurunan nilai mata uang di Argentina juga membuat rakyat kian sengsara.

Walau tercekik kemiskinan, warga Argentina selalu mencari cara untuk mendapatkan angin segar, salah satunya dengan menonton sepak bola, olahraga yang memang sangat dicintai di Negeri Tango.

Baca juga : Harga BBM Naik, Mahasiswa dan Pelajar Persis Khawatir Muncul Krisis Baru

Begitu cinta, sejumlah warga Argentina bahkan rela menguras tabungannya demi menonton Piala Dunia langsung di Qatar, salah satunya seorang perempuan 24 tahun bernama Belen Godoy.

Godoy mengaku sudah di Doha sejak sebulan lalu. Ia menonton semua pertandingan Argentina dengan membeli tiket di calo.

Berita lainnya :

“Saya meninggalkan keluarga saya. Saya menguras semua tabungan saya. Saya akan kembali ke Buenos Aires dan tidak tahu bagaimana saya harus membayar kontrakan, tapi tak ada yang bisa merenggut kehidupan saya [sepak bola],” ujarnya kepada Associated Press.

(has)



Peringkat: 3 dari 5.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Piala Dunia 2022 Sukses, Qatar Senang Bisa Kenalkan Nilai dan Budaya Sebagai Negara Islam ke Dunia.

Jakarta, MCP — Penguasa Qatar, Sheikh Tamim bin […]

Like, Subribe, & Coment Now