Wanita Emas Cabut Pengakuan Pelecehan Seksual oleh KPU RI

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:4 Minute, 41 Second

Jakarta, MCP – Wanita Emas membuat video klarifikasi bahwa pengakuannya telah memberi gratifikasi tubuh kepada Ketua KPU RI adalah tak benar atau hoaks.

Bahkan, Wanita Emas juga meminta maaf karena telah membuat pengakuan yang tak benar terkait gratifikasi seks dan tindak asusila yang menjerat nama Ketua KPU RI Hasyim Asyari.

Namun demikian, Kuasa hukum Hasnaeni Moein alias Wanita Emas, Farhat Abbas, menyatakan laporan dugaan gratifikasi tubuh atau tindak asusila, dengan terlapor Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Hasyim Ashari tetap berjalan.

Farhat ngotot menyebut, video klarifikasi yang menyatakan dugaan gratifikasi seks kepada Ketu KPU RI adalah hoaks, dibuat Wanita Emas karena ada intimidasi dan tekanan dari pihak tertentu.

“Itu tekanan dan intimidasi,” ujar Farhat melalui pesan singkat,dikutip Tribun, Selasa (27/12/2022).

Farhat mengatakan, bukti intimidasi tersebut terlihat dari kronologi waktu permintaan maaf dan pelaporan kasus yang berbeda.

Baca juga : Wanita Emas Cabut Pengakuan Pelecehan Seksual oleh KPU RI

“Rekaman (permintaan maaf dibuat) 11 Desember, Hasnaeni buat laporan 22 Desember,” imbuh dia.

Dia menduga pihak Hasyim memaksa Wanita Emas mencabut kuasa hukumnya terhadap Farhat Abbas dan meminta laporan tersebut dicabut.

Akan tetapi, Farhat Abbas kembali mendapat kuasa, lantara Hasnaeni mengirimkan foto surat pernyataan pembatalan pencabutan kuasa hukum terhadap Farhat Abbas yang sebelumnya dia buat.

“Hingga itu kami sampai saat ini terus jadi pengacara Has (Hasnaeni),” imbuh dia.

Farhat Abbas juga menegaskan, proses pelaporan kasus dugaan asusila yang dituduhkan kepada Ketua KPU tetap berjalan.

“Laporan DKPP tetap lanjut, Bareskrim tetap lanjut,” ucap dia.

Ngaku khilaf, buat pengakuan kontroversial karena depresi

“Hingga itu kami sampai saat ini terus jadi pengacara Has (Hasnaeni),” imbuh dia.

Farhat Abbas juga menegaskan, proses pelaporan kasus dugaan asusila yang dituduhkan kepada Ketua KPU tetap berjalan.

“Hingga itu kami sampai saat ini terus jadi pengacara Has (Hasnaeni),” imbuh dia.

Farhat Abbas juga menegaskan, proses pelaporan kasus dugaan asusila yang dituduhkan kepada Ketua KPU tetap berjalan.

“Laporan DKPP tetap lanjut, Bareskrim tetap lanjut,” ucap dia.

Ngaku khilaf, buat pengakuan kontroversial karena depresi

Sebelumnya, Wanita Emas mengaku khilaf karena depresi, sehingga membuat pengakuan kontroversial bahwa ia memberikan gratifikasi tubuh atau gratifikasi seks untuk Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Hasyim Asyari.

Hasnaeni Moein yang diijuluki Wanita Emas itu pun menyatakan bersalah dan meminta maaf kepada Ketua KPU RI atas kehebohan yang muncul karena pengakuannya.

Baca juga : Jejak Lord Rangga Semasa Hidup di Dunia Hiburan Tanah Air

Video permintaan maaf Wanita Emas berdurasi kurang lebih dua menit beredar luas i media sosial (medsos).

Ketua Umum Partai Republik Satu Hasnaeni ‘Wanita Emas’ mengklarifikasi pernyataannya terhadap Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari.

Dalam video berdurasi dua menit  itu Hasnaeni menegaskan dugaan asusila yang dilakukan Hasyim kepada dirinya adalah kabar tidak benar alias hoaks.

Sebelumnya, Hasnaeni Moein mengaku telah melakukan persetubuhan 7 kali dengan Ketua KPU RI, Hasyim Asyari, sebagai bagian dari gratifikasi tubuh yang diberikannya agar Partai Republik Satu lolos Pemilu 2024.

“Bahwa video yang beredar yang menyatakan bahwa saya telah mengalami pelecehan seksual dan pemerkosaan yang dilakukan oleh ketua KPU Hasyim Asyari maka saya nyatakan bahwa hal itu tidak benar,” kata Hasnaeni dalam video dikutip Senin (26/12/2022).

Khilaf karena depresi

Dia mengaku, jika pernyataan sebelumnya merupakan kekesalan dirinya dan kekhilafan karena saat ini dia tengah mengalami depresi.

Sebelumnya, Hasnaeni Moein mengaku telah melakukan persetubuhan 7 kali dengan Ketua KPU RI, Hasyim Asyari, sebagai bagian dari gratifikasi tubuh yang diberikannya agar Partai Republik Satu lolos Pemilu 2024.

“Bahwa video yang beredar yang menyatakan bahwa saya telah mengalami pelecehan seksual dan pemerkosaan yang dilakukan oleh ketua KPU Hasyim Asyari maka saya nyatakan bahwa hal itu tidak benar,” kata Hasnaeni dalam video dikutip Senin (26/12/2022).

Khilaf karena depresi

Dia mengaku, jika pernyataan sebelumnya merupakan kekesalan dirinya dan kekhilafan karena saat ini dia tengah mengalami depresi.

“Perkataan itu saya katakan karena kekesalan saya dan kekhilafan saya akibat saat ini saya sedang mengalami sakit depresi,” ucapnya.

“Bahwa pada fakta hubungan saya yang ada selama ini antara dengan ketua KPU RI Hasyim Asyari adalah hubungan bersifat profesional saja dan tidak lebih dari itu,” sambung Hasnaeni.

Dia pun kembali memastikan, bahwa adanya dugaan asusila yang dilakukan oleh Hasyim kepada dirinya tidak benar.

“Bahwa saya memastikan jika dikemudian hari terjadi lagi kejadian serupa yang dilakukan oleh pihak manapun saya nyatakan hal itu tidak benar,” tuturnya.

Menyelisik sosok Wanita Emas

Profil dan selisik jejak Wanita Emas atau Mischa Hasnaeni Moein, yang menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu belakangan ini.

Wanita Emas punya rekam jejak dalam percaturan pemilihan kepala daerah (Pilkada), jadi bintang sinetro, tersangka korupsi, hingga mengaku memberikan gratifikasi seks kepada Ketua KPU RI agar partai yang dipimpinnya lolos Pemilu 2024.

Diketahui, dalam beberapa hari belakangan, Wanita Emas membuat geger publik dengan pengakuan memberi gratifikasi seks atau gratifikasi tubuhnya, kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari.

Wanita Emas merupakan julukan dari Hasnaeni Moein, perempuan yang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 17 Juli 1976.

Hasnaeni Moein merupakan putri dari mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), H Masyhudulhaq Moein atau lebih dikenal publik sebagai Max Moein.

Wanita Emas punya rekam jejak dalam percaturan pemilihan kepala daerah (Pilkada), jadi bintang sinetro, tersangka korupsi, hingga mengaku memberikan gratifikasi seks kepada Ketua KPU RI agar partai yang dipimpinnya lolos Pemilu 2024.

Diketahui, dalam beberapa hari belakangan, Wanita Emas membuat geger publik dengan pengakuan memberi gratifikasi seks atau gratifikasi tubuhnya, kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari.

Berita lainnya :

Wanita Emas merupakan julukan dari Hasnaeni Moein, perempuan yang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 17 Juli 1976.

Hasnaeni Moein merupakan putri dari mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), H Masyhudulhaq Moein atau lebih dikenal publik sebagai Max Moein.



Peringkat: 3 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
100 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Pemerintah Berencana Larang Jualan Rokok Batangan

Jakarta, MCP— Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana melarang penjualan […]

Like, Subribe, & Coment Now