Tega, Suami Cabuli Anaknya, dan Paksa Istri Tutupi Aibnya

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:2 Minute, 30 Second

Gresik, MCP  — Wanita ini berupaya menutupi kehamilan anak gadisnya dnegan cara juga berpura-pura hamil .

Jadi ketika anaknya lahir nanti , maka ia akan menyebutkan kalau anak dari anaknya atau cucunya itu adalah anak kandungnya juga .

Hal itu dilakukannya ternyata demi menyelamatkan suaminya, namun istrinya ini ternyata berada di bawah tekanan sang suami.

Baca juga : Modus Pelecehan Seksual pada 8 Mahasiswinya Oknum Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Ya, anak gadisnya hamil karena perbuatan suaminya atau ayah kandung dari korban. Jadi pelaku khawatir aib rumah akan terkuak dan meminta agar istrinya berpura-pura hamil.

Hal itulah yang dilakukan seorang wanita di Gresik.

Polisi telah mengungkap fakta baru dari kasus bocah SMP di Kecamatan Benjeng, Gresik, Jawa Timur yang dihamili oleh ayah tirinya.

Ibu kandung korban ternyata berupaya menutupi kejahatan sang suami dengan berpura-pura hamil.

Hal tersebut terungkap setelah polisi memeriksa ibu berinsial IN, Kamis (5/1/2022).

Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdan menjelaskan, IN menggunakan spons atau bantalan di bagian perut agar terlihat seperti orang yang sedang hamil.

Baca juga : Dosen Gunadarma Depok Diduga Lecehkan Belasan Mahasiswi

Hal itu bertujuan menutupi kondisi sang anak yang dihamili ayah tirinya yang berinsial A. IN melakukannya karena takut pada sang suami dan khawatir jika suaminya dipenjara.

“Jadi pada intinya itu, istrinya (sengaja berpura-pura) sebenarnya takut sama suaminya. Sebab suka main tangan, galak, pernah KDRT juga, makanya istrinya ini takut,” ujar Aldhino dikutip Tribun, Kamis (5/1/2023).

“Dia kemudian melindungi suaminya, sampai dia pakai spons bantal. Dengan tujuan, kalau nanti jabang bayinya lahir akan dibilang anaknya, bukan anak dari anaknya (cucu). Intinya dia dapat tekanan dari suaminya, takut,” tambah Aldhino.

Jajaran penyidik, jelas Aldhino, sebelumnya sempat kesulitan untuk mengorek informasi dari ibu korban.

Sebab, IN mengalami trauma berat dan masih syok, sehingga tidak berkenan diajak berbincang.

Baca juga : Data (DP3AP2KB) 87 Persen Perempuan dari 1.125rb Kasus Jadi Korban Kekerasandi Jateng, 

Namun setelah polisi mendatangkan psikolog serta pihak Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TPA), kondisi IN membaik dan memberikan keterangan kepada polisi.

IN mengaku berpura-pura hamil karena takut suaminya dipenjara.

“Setelah kami datangkan psikolog dari P2TPA, dari pemerintah, akhirnya mau terbuka. Karena pertama dijamin, sebab sebelumnya istrinya ini kan takut kalau suaminya dipenjara, siapa yang akan menghidupi, siapa yang kasih nafkah,” ucap Aldhino.

Akhirnya IN bersedia terbuka setelah polisi bekerja sama dengan Pemkab Gresik melalui Dinas Sosial dan P2TPA memberikan jaminan bantuan.

Termasuk biaya persalinan bagi anaknya yang sedang hamil dan sebagainya.

Baca juga : Seorang Ibu Terkenal di Jerman Setelah Tembak Mati Pembunuh dan Pemerkosa Putrinya

Aldhino menjelaskan, perbuatan IN tersebut dilakukan lantaran IN ketakutan dan berada di bawah tekanan A.

“Enggak (termasuk pidana), karena dia kan di bawah tekanan. Untuk menjadikan tersangka, kan perlu alat bukti lain. Ini juga masih kami periksa, dari tadi masih kami lakukan pemeriksaan,” tutur Aldhino.

Kejadian tersebut tentu saja jadi pelajaran bagi kita semua. Bagaimana harusnya melakukan komunikasi di dalam rumah tangga.

Kadang pelaku kejahatan merupakan orang dekat yang justru bisa mencelakakan. Jadi selalaulah waspada dan jalin komunikasi yang baik. (*)



Peringkat: 5 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
100 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Wali Kota Tegal Ramai Dikritik Netizen Karena Asyik Rangkul dan sentuh Dada Sang Biduan

Jakarta: Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono ramai dikritik […]

Like, Subribe, & Coment Now