Efek Booster Omicron Covid-19 pada Lansia, Peneliti dari Israel, Jelaskan hasilnya

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:1 Minute, 42 Second

Jakarta – Sejumlah peneliti di Israel pada Senin, 9 Januari 2023, menyampaikan hasil studi, bahwa vaksin virus corona dosis ketiga untuk Omicron yang dikembangkan oleh Pfizer Inc dan BioNTech secara tajam bisa mengurangi jumlah pasien lansia Covid-19 yang di rawat inap di beberapa negara. Ini dianggap jadi satu di antara beberapa bukti pertama tentang keefektifan vaksin booster.

Studi ini dilakukan oleh peneliti di penyedia layanan kesehatan Clalit, Universitas Ben-Gurion Negev dan Sapir College. Namun temuan itu belum dievalasi lagi oleh rekan sejawat.

Baca juga :  Amerika Pertahankan Persyaratan Tes Covid dari China, China Ancam Lakukan Balasan Karena Bermuatan Politis

30 Julia Israel mulai memberikan suntikan ketiga vaksin virus Corona atau dosis Penguat bagi warga 60n tahun keatas. dilansir Reuter, Selasa (10/1/2023)

Riset itu menemukan ada 81 persen pengurangan jumlah pasien rawat inap di kalangan orang usia 65 tahun ke atas yang telah menerima vaksin booster, dibandingkan mereka yang sebelumnya telah menerima setidaknya dua vaksinasi Covid-19 – tetapi bukan suntikan yang diadaptasi dari Covid-19 Omicron.

Penelitian dilakukan dari akhir September hingga pertengahan Desember 2022, dengan mengamati 622.701 orang berusia 65 tahun ke atas yang memenuhi syarat untuk mendapatkan penguat bivalen. Di antara mereka, 85.314 orang atau 14 persen, telah menerimanya.

Rawat inap akibat Covid-19 menurut studi tersebut, terjadi pada 6 penerima bivalen dan 297 peserta yang tidak menerimanya. “Kematian akibat Covid-19 terjadi pada 1 penerima bivalen dan 73 peserta yang bukan penerima.”

Menurut para peneliti, meskipun penurunan angka kematian sebesar 86 persen secara statistik berada di batas karena tingkat kematian yang relatif rendah di negara tersebut, hal itu tetap signifikan.

Baca juga : Presiden Jokowi Putuskan Cabut PPKM, Masyarakat Tetap Waspada Penyebaran Covid-19

“Peserta yang menerima vaksin bivalen memiliki tingkat rawat inap dan kematian akibat Covid-19 yang lebih rendah daripada non-penerima hingga 70 hari setelah vaksinasi.”

Sementara vaksin bivalen menargetkan strain asli dan subvarian Omicron BA.4/BA.5-nya, para ilmuwan telah mengamati dengan cermat subvarian Omicron lainnya, XBB.1.5, yang telah menyebar dengan cepat di Amerika Serikat.

Berita lainnya :



Peringkat: 3 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Dalam Ilmu Astrologi, ini 6 Zodiak yang Menjengkelkan dan Suka Bikin Kesal

Jakarta, MCP — Setiap orang memiliki kepribadian berbeda […]

Like, Subribe, & Coment Now