Dmitry Medvedev, Peringatkan NATO Bila Moskow Kalah di Ukraina Dapat Picu Perang Nuklir.

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:3 Minute, 40 Second

Rusia, MCP – Mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev, memperingatkan NATO bahwa kekalahan Moskow di Ukraina dapat memicu perang nuklir.

Dilansir Tribun, pernyataan pejabat yang dekat dengan Presiden Rusia saat ini, Vladimir Putin, tersebut didukung oleh kantor kepresidenan Kremlin.

Hal ini diungkapkan Medvedev saat aliansi militer Eropa tersebut hendak mengadakan pertemuan dengan pihak Barat untuk membahas bantuan senjata ke Ukraina.

Medvedev yang kini menjabat sebagai wakil ketua dewan keamanan Rusia, beberapa kali membuat pernyataan terkait nuklir.

Ia sebelumnya juga pernah berusaha menakut-nakuti Barat dengan ancaman serupa saat hendak mengirim kendaraan tempur ke Ukraina.

Baca juga : Hubungan Rusia-Asia Adalah Mimpi Buruk

Kini, Medvedev menekankan agar Ukraina tak memenangkan perang tersebut, lantaran dapat memicu perang nuklir.

“Kekalahan kekuatan nuklir dalam perang konvensional dapat memicu perang nuklir,” kata Medvedev, dikutip Al Jazeera, Kamis (19/1/2023).

“Kekuatan nuklir tidak pernah kalah dalam konflik besar yang menjadi sandaran nasib mereka.”

Dia juga mengatakan aliansi militer dan pemimpin pertahanan Barat lainnya, harus mempertimbangkan risiko kebijakan mereka.

Adapun pertemuan tersebut diadakan di Pangkalan Udara Ramstein, Jerman untuk membahas dukungan bagi Ukraina, Jumat (20/1/2023).

Kremlin dengan cepat mendukung Medvedev, dengan mengatakan bahwa pernyataan tersebut sepenuhnya sesuai dengan prinsip Moskow.

Diketahui, sejak Rusia menginvasi Ukraina hampir setahun yang lalu pada 24 Februari, Medvedev telah berulang kali mengangkat ancaman kekacauan nuklir dan menggunakan hinaan untuk menggambarkan Barat.

Faktanya, Rusia memiliki keunggulan nuklir di atas aliansi di Eropa, sementara NATO memiliki keunggulan militer konvensional atas Rusia.

Menurut Federasi Ilmuwan Amerika, Rusia memiliki 5.977 hulu ledak nuklir, sementara Amerika Serikat memiliki 5.428, China 350, Prancis 290 dan Inggris 225.

Sebagai presiden, Putin adalah pembuat keputusan utama Rusia dalam penggunaan senjata nuklir.

Washington belum merinci apa yang akan dilakukannya jika Putin memerintahkan penggunaan pertama senjata nuklir dalam perang sejak Amerika Serikat melancarkan serangan bom atom pertama di kota-kota Jepang di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945.

Baca juga : Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Ultimatum Ukraina Memenuhi Proposal Moskow, dan Serahkan Wilayah yang Dikuasai Rusia Atau Militer Berbicara

Kata Putin soal Potensi Pemakaian Nuklir

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan ancaman perang nuklir meningkat di tengah memanasnya konflik di Ukraina.

Dilansir Tribun, Putin juga menegaskan Moskow belum gila dan tidak akan menggunakan persenjataannya terlebih dahulu.

Ia juga mengatakan sanggup untuk berperang di Ukraina dalam jangka waktu yang lama untuk dapat mencapai tujuannya.

Amerika Serikat pada hari Rabu (7/12/2022), mengecam pembicaraan tentang senjata nuklir setelah Putin mengatakan Rusia hanya akan menggunakan senjata atom sebagai tanggapan atas serangan musuh.

“Kami pikir pembicaraan bebas tentang senjata nuklir sama sekali tidak bertanggung jawab,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price.

AS sebelumnya telah memperingatkan Moskow tentang penggunaan senjata tersebut menyusul ancaman nuklir terselubung oleh Putin pada bulan September.

Menanggapi hal ini, dalam pertemuan dewan hak asasi manusia Rusia yang disiarkan televisi, Putin mengatakan pihaknya akan membela diri dengan segala cara yang dimiliki.

Baca juga : Rudal Rusia Terus Bombardir Kota Kyiv, 5 Orang di Kabarkan Tewas

Dia memperingatkan risiko perang nuklir meningkat, tetapi Rusia melihat persenjataannya sebagai sarana untuk membalas, bukan untuk menyerang lebih dulu.

“Kami belum gila, kami menyadari apa itu senjata nuklir,” kata Putin dikutip dari Al Jazeera, Jumat (9/12/2022).

“Kami memiliki sarana ini dalam bentuk yang lebih maju dan modern daripada negara nuklir lainnya. Tapi kami tidak akan berkeliling dunia sambil mengacungkan senjata ini seperti pisau cukur.”

Seluruh pasukan cadangan Rusia dikerahkan ke perbatasan Ukraina, Kamis (14/7/2022). (Tangkapan Layar Tribunnews.com)© Disediakan oleh Tribun Wow

Berita lainnya :

Putin juga mengatakan pasukan Rusia dapat berperang di Ukraina untuk waktu yang lama, tetapi dia mengklaim tidak akan memobilisasi tentara tambahan pada saat ini.

“Mengenai lamanya operasi militer khusus, tentu saja, ini bisa menjadi proses yang panjang,” kata Putin, menggunakan istilah yang disukainya untuk invasi Rusia, yang dimulai pada akhir Februari.

Dia mengatakan tidak ada alasan untuk mobilisasi kedua, setelah memanggil setidaknya 300.000 cadangan pada bulan September dan Oktober.

Putin mengatakan dari 150.000 tentara di antaranya dikerahkan di Ukraina, 77.000 di unit tempur dan lainnya di fungsi pertahanan, sementara 150.000 sisanya masih berada di pusat pelatihan.

“Dalam kondisi seperti ini, berbicara tentang tindakan mobilisasi tambahan tidak masuk akal,” klaim Putin.

Putin jarang membahas kemungkinan durasi perang, meskipun pada bulan Juli dia mengatakan bahwa Rusia baru saja mulai serius.

Sejak itu, pasukan Rusia telah didesak mundur secara signifikan, tetapi Putin mengatakan dia tidak menyesal meluncurkan perang yang paling menghancurkan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.



Peringkat: 4 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Wanita 3 Zodiak ini Jadi Terbaik untuk Dinikahi Laki-laki, Pasanganmu punya Zodiak ini?

Jakarta, MCP – Berikut ini daftar zodiak yang cocok […]

Like, Subribe, & Coment Now