Luhut : Kami Terima Tidak Mengganggu Perekonomian Indonesia

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:1 Minute, 53 Second

Jakarta, MCP – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, dirinya mendapatkan masukan dari Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat untuk Iklim John Kerry di tengah perhelatan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.

Meski tidak menjelaskan secara detail mengenai yang disampaikan Kerry, Luhut menyebutkan, pihaknya terbuka atas masukan tersebut. Namun, dia menegaskan, untuk tidak mengganggu perekonomian Indonesia.

“Saya juga ingin menceritakan sedikit tentang hasil diskusi dengan rekan sejawat dari Amerika Serikat, John Kerry pagi kemarin. Mereka sampaikan beberapa masukan, lalu saya menjawab bahwa kami terbuka terhadap semua saran dan usulan dari rekan dan sahabat, kami senang menerima masukan,” katanya dalam video yang diunggah di Instagram @luhut.pandjaitan, Jumat (20/1/2023).

Baca juga : Sepertiga Perekonomian Dunia Akan Mengalami Resesi, Ini Respon Presiden Jokowi

“Namun, satu hal yang harus kalian perhatikan, yaitu jangan pernah mengganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menciptakan lapangan kerja yang luas bagi rakyat Indonesia adalah hal yang mutlak dan saya yakin negara-negara ASEAN lain juga memiliki pendapat yang sama,” sambung dia.

Luhut Indonesia saat ini memegang kepemimpinan ASEAN dan mengangkat tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”, yang sejalan dengan pencapaian Indonesia dalam menyelenggarakan Presidensi G20 tahun 2022.

Walaupun situasi di Ukraina masih tidak pasti, kata Luhut, Indonesia dengan jumlah penduduk 282 juta jiwa masih dapat mengatasi gejolak ekonomi global. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi 5,3 persen dan ekspor senilai 293 miliar dollar AS pada tahun lalu, lebih besar dibandingkan tahun 2021 yang hanya 232 miliar dollar AS.

Baca juga : Presiden Jokowi Ingatkan dan Tetap Waspada, Tahun 2023 Ujian Ekonomi Global dan Ekonomi Nasional

“Belum lagi komitmen investasi bilateral senilai 71 miliar dollar AS yang diterima Indonesia dari KTT G20 2022, semakin meningkatkan kepercayaan baik dari dalam negeri maupun dunia internasional. Walaupun beberapa negara anggota ASEAN memiliki kepentingan nasional masing-masing, kami juga mendorong kekompakan dan solidaritas di antara negara-negara ASEAN, meskipun ini tidak mudah. Namun, inilah tantangan sesungguhnya,” ungkap Luhut.

Seperti halnya penyelenggaraan KTT G20 tahun 2022 di Bali pada November tahun lalu. Pada awalnya, lanjut Luhut, banyak yang pesimis akan penyelenggaraan dan hasilnya. Mematahkan persepsi pesimistis, Indonesia berhasil mengubahnya menjadi kesuksesan.

Berita lainnya :

“Jika KTT G20 saja dapat diselenggarakan dengan sukses dan mendapat pujian dari seluruh negara, maka KTT ASEAN 2023 juga dapat mengulangi kesuksesan yang sama,” pungkasnya.



Peringkat: 3 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Luna Maya Pacaran dengan WNA, Kandas Setelah Jalin Hubungan 3 Tahun

Jakarta, MCP  — Baru-baru ini Luna Maya membuat […]

Like, Subribe, & Coment Now