Jaksa Tuntut 1 Tahun Bui Arif Rachman, Dalam Kasus Brigadir J

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

Jakarta, MCP — Mantan Wakaden B Biro Paminal Propam Polri Arif Rachman Arifin dituntut pidana satu tahun penjara dalam kasus obstruction of justice atau perintangan penyidikan pembunuhan terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Jaksa penuntut umum (JPU) meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan Arif terbukti secara sah dan meyakinkan merusak barang bukti elektronik terkait pembunuhan Brigadir J.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Arif Rachman Arifin dengan pidana penjara selama satu tahun dikurangi masa tahanan dan perintah agar tetap ditahan,” ujar jaksa saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (27/1).

Arif dinilai terbukti melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 Undang-Undang No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Baca juga : Tim Pengacara Ferdy Sambo Minta Majelis Hakim Bebaskan FS dari Tuntutan Penjara Seumur Hidup

Jaksa turut mengungkapkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan bagi Arif. Hal memberatkan yakni membuat file yang memperlihatkan Yosua masih hidup agar dihapus dan dirusak, sehingga tidak bisa berfungsi lagi.

Arif dianggap mengetahui betul bukti CCTV Yosua bisa mengungkap kasus pidana yang terjadi dengan menyerahkan kepada penyidik. Arif melanggar prosedur dan perbuatannya tidak didukung surat perintah yang sah.

Sementara hal meringankan Arif yaitu mengakui perbuatannya, menyesali, masih muda, dan diharapkan dapat memperbaiki dirinya.

Arif diproses hukum karena dinilai dengan sengaja mematahkan barang bukti laptop menjadi beberapa bagian sehingga tidak dapat bekerja lagi sebagaimana mestinya.

Baca juga : Jaksa Menilai Terjadi Perselingkuhan Putri Candrawathi dengan Brigadir J

Selain itu, Arif disebut juga sudah mengetahui apabila temuan dari rekaman CCTV menunjukkan Yosua masih hidup pada saat Sambo tiba di rumah dinas Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, atau Tempat Kejadian Perkara (TKP) dugaan pembunuhan berencana Yosua.

Arif didakwa melakukan perintangan penyidikan terkait penanganan perkara dugaan pembunuhan berencana Yosua.

Ia melakukan perbuatan itu bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Irfan Widyanto, Chuck Putranto, dan Baiquni Wibowo.

Berita lainnya :

Dalam proses persidangan, Arif mengaku mematahkan laptop milik Baiquni Wibowo yang berisi salinan rekaman CCTV terkait kasus dugaan pembunuhan berencana Yosua karena merasa di bawah tekanan Ferdy Sambo.

(ln)



Peringkat: 3 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

PKS Dukung Segera Bentuk Sekber Koalisi Perubahan Dukung Anies Baswedan Usulan Partai Demokrat

Jakarta, MCP — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS mendukung […]

Like, Subribe, & Coment Now