Pasukan Wagner Rusia, Terus Banjiri Serangan Tentara Ukraina

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:2 Minute, 21 Second

Jakarta, MCP— Seorang personel Ukraina menganggap perang melawan tentara bayaran Rusia, Wagner Group, sama seperti melihat adegan-adegan menegangkan di film zombie.
Andriy, prajurit yang tinggal di barat daya kota Bakhmut, menceritakan peliknya situasi di medan perang kala pasukan Ukraina melawan tentara Wagner.

Dia menuturkan baku tembak memperjuangkan wilayah itu seolah tak berujung karena terus-terusan dibanjiri serangan oleh ‘gelombang’ Wagner.

“Kami bertarung selama sekitar 10 jam berturut-turut. Dan itu tidak seperti gelombang saja, itu benar-benar tak berkesudahan. Seperti, mereka tidak habis-habisnya datang,” kata Andriy, seperti dikutip CNN, Rabu (1/2).

Baca juga : Russian President Vladimir Putin attends a plenary session of the Eastern Economic Forum in Vladivostok

Andriy mengatakan senjata pasukan Ukraina, senapan AK-47, sampai-sampai sangat panas karena terus-terusan menembak.

“Ada sekitar 20 tentara dari pihak kami. Dan katakan lah, 200 dari pihak mereka (Wagner),” ujarnya.

Menurut Andriy, taktik perang Wagner yaitu mengirim gelombang penyerang pertama yang didominasi oleh rekrutan narapidana. Pasukan pertama itu disebut tak begitu lihai dan pandai soal taktik perang. Mereka juga dilengkapi persenjataan yang buruk.

Wagner merekrut banyak pasukannya yang merupakan narapidana itu yang nantinya dikerahkan untuk mencapai 30 meter wilayah musuh.

Kelompok lain, kata Andriy, selanjutnya bakal diterjunkan untuk mengklaim 30 meter lainnya.

“Begitulah, selangkah demi selangkah, [Wagner] mencoba untuk maju di saat mereka juga kehilangan banyak prajurit,” tuturnya.

Baca juga : Hubungan Rusia-Asia Adalah Mimpi Buruk

Saat pasukan pertama itu habis ditebas, Wagner pun mengirim prajurit yang lebih berpengalaman.

Serangan yang dilakukan Wagner itu pun disebut sangat menakutkan dan tampak tak nyata.

“Penembak senapan mesin pihak kami sampai hampir gila. Sebab dia mengaku menembaki mereka (pasukan Wagner) namun mereka tidak terjatuh. Setelah beberapa waktu, mungkin karena kehabisan darah, mereka baru tumbang,” ujarnya.

Andriy pun membandingkan pertempuran itu dengan adegan di film zombie. Dia berujar, pasukan Wagner dengan kejam ‘memanjat mayat temannya’ untuk melanjutkan serangan.

“Mereka memanjat di atas mayat teman mereka, menginjak mereka,” katanya.

Baca juga : Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Ultimatum Ukraina Memenuhi Proposal Moskow, dan Serahkan Wilayah yang Dikuasai Rusia Atau Militer Berbicara

“Sepertinya, sangat sangat mungkin bahwa mereka mengonsumsi obat sebelum berperang,” ujarnya, sebuah klaim yang belum bisa diverifikasi.

Pasukan Wagner merupakan tentara bayaran yang dioperasikan oligarki Rusia, Yevgeny Prigozhin. Pasukan ini kerap menjadi sorotan, salah satunya usai terlibat pertempuran sengit di Soledar.

Kebrutalan pasukan Wagner di medan perang sejak lama banyak diperbincangkan. Salah satunya yakni yang tertuang dalam laporan intelijen militer Ukraina pada Desember 2022.

Berita lainnya :

Dalam laporan itu, pasukan Wagner memang keras dengan para prajurit. Meski terluka, tentara Wagner tak diizinkan meninggalkan lokasi perang.

Jika kedapatan mundur tanpa komando, mereka bakal dieksekusi di tempat. Mereka baru diperbolehkan mundur pada malam hari.

“Infanteri serbu tak boleh membawa yang terluka keluar dari medan perang sendirian, karena tugas utama mereka adalah melanjutkan penyerangan sampai tujuan tercapai,” bunyi laporan itu.

(bd/Hk)



Peringkat: 5 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Apa Penyebab Anak Tumbuh Membangkang, Sombong, dan Temperamental, Ini 10 Kesalahan Orangtua

Jakarta, MCP — Di dunia ini, tidak ada […]

Like, Subribe, & Coment Now