Turis Asing Bekerja Ilegal di Pulau Dewata, Paling Banyak Asal Rusia dan Ukraina

0 0
Read Time:2 Minute, 3 Second

Denpasar, MCP — Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Sukawati atau Cok Ace, tidak memungkiri banyak wisatawan asing atau turis yang bekerja ilegal di Pulau Bali. Menurut dia, turis asing asal Rusia dan Ukraina yang banyak melakukannya.
Dari penelusuran yang dilakukan sebuah akun di Instagram bernama @moscow _cabang _Bali yang viral, memperlihatkan sebuah aktivitas wisatawan asing yang sedang mengajari sesama warga asing untuk berkendara naik sepeda motor dan diduga bule tersebut mendapat bayaran atas aktivitas tersebut.

Selain itu, akun tersebut juga banyak men-capture akun media sosial wisatawan asing di Bali yang menawarkan jasa fotografer, tato dan juga salon serta lainnya.

Turis asing bekerja ilegal di Pulau Dewata, dengan membuka jasa bisnis fotografi, pembuatan tato, salon, dan ada juga bekerja mengajari berkendara sepeda motor kepada sesama warga asing dan ada turis yang sampai berjualan sayur-mayur.

Baca juga : Bali Buat Kegiatan untuk Tarik Wisatawan Tahun 2023

Baca juga : Wow!Hartanya Rp 17 T, Ternyata Pemilik Hotel The Apurva Kempinski Bali Tempat KTT G20

“Kalau fotografi terkait dengan wedding ini sulit sekali. Kadang-kadang ada pasangan (asing) yang melakukan pernikahannya di Bali atau hanya resepsi di Bali mereka biasanya melekat, mengajak fotografer (dari negaranya), karena dia berfikir bahwa hanya fotografer ini (dari negaranya) yang mengerti tentang kulturnya dia,” kata Cok Ace, saat ditemui di Gedung DRPD Bali, Senin (27/2).

“Bagaimana angle yang bagus diambil. (Tapi) selama memenuhi syarat perizinan itu kan ada perizinannya membawa alat-alat masuk dan kemudian dia bekerja di Indonesia dan tentu berkoordinasi dengan imigrasi,” imbuhnya.

Baca juga : 10 Destinasi Wisata Bali Baru di Indonesia : Banten Menjelma Jadi Bali, 2 Jam dari Ibu Kota

Sementara, terkait warga asing mengajari berkendara sepeda motor kepada sesama warga asing di Bali. Hal itu, menurut Cok Ace tentu ilegal dan dia tidak membantah yang melakukan hal itu di antaranya adalah wisatawan asal Rusia dan Ukraina.

Cok Ace juga menyebutkan bahwa hal itu terjadi karena kondisi dunia yang perekonomiannya tidak menentu dan Bali menjadi tempat turis berbisnis, karena dianggap aman, nyaman, dan juga hidup di Bali murah bagi turis.

Berita lainnya :

“(Rusia dan Ukraina) antara lainnya. Itu sebenarnya juga ilegal terutama sekarang kondisi dunia yang terjadi sekarang di luar negeri dan dibandingkan di Bali aman-aman dan nyaman dan murah-murah saja,” ujarnya.

“Oleh sebab itu, kita harus bergerak saya dengar dari laporan di bawah juga banyak mereka bahkan dagang ikut, jual sayur-sayuran ikut, menjual ke teman-temannya, dia mengambil di pasar dia jual ke teman-temannya, ini belum kita tindak,” tambahnya.

(mra)



Peringkat: 3 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Punya Temen Sombong, Jahat Hingga Munafik, Pedas dan Menohok, Ini Pantun Sindirannya

Jakarta, MCP — Sindiran bisa disampaikan melalui pantun […]

Like, Subribe, & Coment Now