Kurs Rp 15.300, Bank Indonesia Catat Utang RI Rp 6.194,9 Triliun

0 0
Read Time:1 Minute, 59 Second

Jakarta, MCP – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) periode Januari 2023 sebesar US$ 404,9 miliar atau setara dengan Rp 6.194,9 triliun dengan asumsi kurs Rp 15.300.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan ULN ini secara tahunan mengalami kontraksi sebesar 1,9% yoy, melanjutkan kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 4,1% yoy.

“Kontraksi pertumbuhan ini bersumber dari ULN pemerintah dan sektor swasta. Perkembangan posisi ULN pada Januari 2023 juga dipengaruhi oleh faktor perubahan akibat pelemahan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk rupiah,” kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (14/3/2023).

Untuk ULN pemerintah tercatat US$ 194,3 miliar atau setara dengan Rp 2.972,7 triliun atau secara tahunan mengalami kontraksi sebesar 2,5% yoy, lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi bulan sebelumnya sebesar 6,8%.

Perkembangan ULN ini didorong oleh peningkatan penempatan investasi portofolio di pasar surat berharga negara (SBN) domestik dan internasional seiring sentimen positif kepercayaan pelaku pasar global yang makin meningkat.

Baca juga : Penyelundupan TKI Ilegal ke Malaysia Sudah Jadi “bisnis haram” miliaran rupiah

Baca juga : Inilah Sosok Hendra Kurniawan, Jenderal yang Disebut Hidup Mewah, Punya Harta Kekayaan Capai Miliaran

Saat ini komposisi ULN mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (24,0% dari total ULN pemerintah), administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,8%), jasa pendidikan (16,7%), konstruksi (14,3 %), dan jasa keuangan dan asuransi (10,4%). Posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,7% dari total ULN pemerintah.

Sedangkan untuk ULN swasta per Januari 2023 tercatat US$ 201,2 miliar atau setara dengan Rp 3.078,3 triliun atau secara tahunan kontraksi 1,5% yoy. Angka ini melanjutkan kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 1,8% yoy.

Baca juga :

Pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan kontraksi 1,1% yoy lebih rendah dibandingkan kontraksi pada bulan sebelumnya 1,5%. Kemudian pertumbuhan ULN lembaga keuangan (financial corporations) kontraksi 3,1% yoy lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada bulan sebelumnya 2,7%.

Saat ini rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 30,3%, sedikit meningkat dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 30,1%. Selain itu, struktur ULN Indonesia yang sehat juga ditunjukkan oleh ULN yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 87,4% dari total ULN.

(ar/il)



Peringkat: 5 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Tim Tangkap Buronan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Tangkap Chaidir Taufik eks Kepala Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan

Jakarta, MCP– Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi […]

Like, Subribe, & Coment Now