Ahmad Khoirul Umam : Sinyal Sandiaga Uno Bergabung PKS dan Berjuang dengan PKS

0 0
Read Time:2 Minute, 36 Second

Jakarta, MCP — Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam berpandangan bahwa Sandiaga Uno yang kini memberikan sinyal ingin bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menunjukkan indikasi gagalnya pengajuan proposal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kepada PDI-P.

Proposal yang dimaksud adalah PPP menawarkan Sandiaga Uno ke PDI-P sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ganjar Pranowo.

Namun, karena diduga ditolak, maka Sandiaga Uno justru mendekatkan diri ke partai lain, yaitu PKS.

“Manuver dari Pak Sandi sebenarnya ini mengindikasikan bahwa proposal cawapres yang diajukan oleh PPP kepada PDI-P, sudah ditolak,” kata Umam ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2023).

Kuat dugaan, menurut Umam, penentuan cawapres pendamping Ganjar juga dilakukan oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Jika demikian, maka proses pencapresan bagi PDI-P bukan ditentukan oleh komunikasi dalam koalisi yang egaliter.

Baca juga : Prabowo Subianto : Akui Diejek Maju Capres Lagi, Saya Jatuh Tapi Bangkit Lagi

“Tetapi, akan ditentukan oleh Bu Mega. Nah itulah kenapa kemudian PPP tidak memiliki hak veto secara politik untuk menentukan siapa cawapres untuk mendampingi Ganjar,” ujar Umam.

Lebih lanjut, Umam mengatakan, gagalnya proposal tersebut semakin jelas dari pernyataan PPP yang siap dan ikhlas apabila cawapres tidak dari internal partai mereka.

Dalam situasi ini, Umam mengungkapkan, Sandiaga Uno membutuhkan kepastian dalam karir politiknya ke depan terkait Pilpres 2024.

Baca juga : Alasan Rekonsiliasi Prabowo dengan Jokowi, Masyarakat yang Marah Kembali Pulih Memilih Prabowo

Oleh karena itu, Sandiaga dinilai mulai mencari alternatif selain PPP demi memuluskan tujuan politiknya pada Pilpres mendatang. Caranya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) itu mulai bermanuver mendekati PKS.

Sementara itu, Umam mengingatkan bahwa PKS sudah mengusung Anies Baswedan sebagai bakal capres bersama Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

“Dia ingin mengulang duet Anies-Sandi melalui pendekatan dengan PKS. Model pendekatannya apa? Enggak akan lebih dari dua strategi, pertama transaksional. Kedua, skema naturalisasi yang juga dia lakukan, gimik itu dulu di 2019,” katanya.

“Dulu, dia (Sandi) bilang, nanti saya akan keluar dari Gerindra akan masuk ke PAN, ternyata juga enggak kejadian. Dia tetap mencari zona nyaman yang bisa men-secure kepentingan dia,” ujar Umam lagi.

Diberitakan sebelumnya, Sandiaga Uno melempar sinyal bahwa dirinya ingin bergabung dengan PKS usai pamit dari Partai Gerindra.

Sandiaga menyatakan dirinya ingin kembali berjuang bersama dengan PKS.

“Rasanya kepengen saya berjuang kembali bersama teman-teman PKS,” ujar Sandiaga seperti dikutip dari Kompas TV, Selasa.

Sandi mengaku sudah berjuang berkali-kali bersama PKS di dunia politik. Menurutnya, PKS sudah terbukti selalu berjuang dengan hati.

Ia pun menyebut para kader PKS sebagai pejuang yang sangat pantang menyerah dan tidak kenal lelah.

Sandiaga Uno kemudian berdoa pintu untuk bekerja bersama PKS bisa terbuka lagi ke depannya.

Berita lainnya :

“PKS ini komitmennya terhadap NKRI luar biasa. Mudah-mudahan, jika kita kita berdoa, Insya Allah dibukakan jalan untuk berjuang bersama,” kata Sandiaga.

Diwawancara di kesempatan yang sama, Presiden PKS Ahmad Syaikhu menegaskan PKS terbuka terhadap Sandiaga Uno.

“Kapasitas beliau sebagai seorang menteri untuk berkeliling ke kota/kabupaten, di mana menjadi tanggung jawab beliau. Nah, tentu ini sangat mungkin juga. Saya menerima beliau. Teman-teman di dapil juga menerima kehadiran beliau,” kata Syaikhu.


Peringkat: 3 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Benny K Harman : Jika Tidak Netral Pada Pemilu 2024, Presiden Jokowi Ajak Perang Lawan Rakyatnya Sendiri

  Jakarta, MCP — Wakil Ketua Umum Partai […]

Like, Subribe, & Coment Now