Kerja Keras Perlu, Tubuh Punya Batas Kemampuan Supaya Tidak Sakit dan Hidup Bahagia

1 0
Read Time:1 Minute, 3 Second

Jakarta, MCP – Kerja keras memang perlu, tetapi tubuh punya batas kemampuan tertentu. Kalau dipaksakan, bukannya produktif yang ada malah sakit-sakitan dan nggak bahagia.
Melita Andini, Wellbeing Facilitator dari Remedi Indonesia, menyebut toxic productivity semacam itu awalnya didasari obsesi melakukan sesuatu untuk mengembangkan diri. Namun karena tidak mengenali batas, maka akhirnya semua-semua dikerjakan.

“Tanda-tandanya tuh rasa bersalah karena kita ‘say no’. Nggak enakan,” kata Melita dalam perbincangan di baru-baru ini.

Tanda lain yang harus dikenali adalah overwhelmed, yakni ketika pikiran sudah bercabang ke mana-mana. Biasanya disertai juga dengan keluhan-keluhan seperti nyeri punggung, pundak terasa pegal, kepala pusing, bahkan bibir pecah-pecah.

Baca juga : Cara Menghindari Perasaan Suka dan Jatuh Cinta Kepada Teman Sendiri

Baca juga : Kenapa Introvert Selalu Jaga Jarak dan Dianggap Orang Antisosial, Ini Penjelasannya!

“Sebenarnya tubuh kita sangat pintar nunjukin bahwa sebenarnya kita butuh waktu untuk istirahat,” jelas Melita.

Berita lainnya :

Salah satu cara untuk mengatasi hal itu adalah dengan melakukan professional detachment, yakni memberi kesempatan bagi diri sendiri untuk mengambil jarak dari pekerjaan. Bisa dengan membuat ‘to do list’, selalu menyempatkan waktu untuk istirahat, dan juga memisahkan emosi dengan pekerjaan.

“Kenali diri kita, kita bikin ekspektasi yang realistis sehingga tujuan atau goals itu mudah untuk kita jalankan,” saran Melita.

(drt)


Peringkat: 5 dari 5.
Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Erdogan Deklarasi Kemenangannya di Pemilu Turki Putaran Ke 2

Jakarta, MCP — Petahana Recep Tayyip Erdogan menyatakan deklarasi kemenangan atas Kemal Kilicdaroglu dalam […]

Like, Subribe, & Coment Now