Militer Ukraina Mulai Tidak Berdaya Hadapi Serangan dan Serahkan Diri ke Rusia

1 0
Read Time:2 Minute, 10 Second

Jakarta, MCP – Kondisi perang antara Rusia vs Ukraina terus berkecamuk.

Terbaru, pasukan Ukraina menyerah dan bertekuk lutut di hadapan tentara Rusia.

Dilansir dari Tribun, Pasukan Volodymyr Zelensky tersebut menyerahkan diri di arah Seversk.

Pasukan Kiev yang menyerah merupakan bagian dari Brigade Serangan Gunung Terpisah.

Mereka menyatakan diri menyerah secara massal pada tentara Korps Angkatan Darat ke-2 Rusia.

Pasukan Rusia yang menerima penyerahan diri tersebut juga tak menyerang pada tawanan.

Dari pengakuan tentara Kiev tersebut, mereka kebanyakan menyalahkan komando dan kepemimpinan negaranya.

Mereka mengaku banyak permasalahan yang tak terselesaikan setiap kali merangkai serangan dan pertahanan dari pasukan Rusia.

“Para prajurit menyalahkan komando dan kepemimpinan negara mereka atas semua masalah mereka.

Hal itu juga diungkap di depan kamera,” jelas narasi unggahan.

Baca juga : Makan Siang Presiden Jokowi dengan Menhan Prabowo Subianto di Istana Bogor

Baca juga : Pertahanan Rusia untuk Hadang Balasan dari Ukraina

Interogasi tersebut juga membuktikan bahwa pasukan militer Ukraina di arah Seversk sudah mulai tak berdaya menghadapi serangan dari Rusia.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia pada Jumat (16/6/2023) mengumumkan, tentara yang telah menghancurkan tank Leopard buatan Jerman dan kendaraan lapis baja dari Amerika Serikat yang dipakai oleh pasukan Ukraina akan menerima pembayaran bonus.

Kementerian Pertahanan Rusia menjelaskan, pemberian bonus ini adalah bagian dari skema penghargaan yang telah diberlakukan sejak awal perang.

Kementerian itu mencatat ada lebih dari 10.000 prajurit Rusia yang telah menerima bonus individu sejak dimulainya perang di Ukraina hampir 16 bulan lalu.

“(Berdasarkan laporan dari komandan lapangan Rusia), pembayaran (bonus) saat ini dilakukan kepada prajurit Angkatan Bersenjata Federasi Rusia yang selama operasi militer menghancurkan tank Leopard, serta kendaraan tempur lapis baja buatan AS dan negara-negara NATO lainnya,” ungkap Kementerian Pertahanan Rusia, dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu pada Minggu (11/6/2023), telah menganugerahkan medali Bintang emas Pahlawan Rusia kepada tentara yang menurut Moskwa telah menghancurkan tank Leopard dan kendaraan tempur Bradley buatan AS yang digunakan oleh Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia merinci, hingga 31 Mei 2023, total ada 10.257 prajurit yang telah diberi penghargaan karena telah menghancurkan 16.001 item peralatan militer Ukraina dan Barat.

Berita lainnya :

“Sebuah kendaraan lapis baja musuh bernilai (bonus) 50.000 rubel (sekitar 596 dollar AS atau Rp9 juta) dan sebuah tank 100.000 rubel (sekitar Rp18 juta),” kata mereka.

Sementara itu, pilot militer dan operator pertahanan udara bisa menerima 300.000 rubel untuk setiap pesawat atau helikopter Ukraina yang hancur.

Penghancuran pada sistem peluncuran roket Tochka-U dan HIMARS yang dipasok Amerika Serikat dihargai dengan jumlah yang sama.

Perang antara Rusia dan Ukraina terus memanas, termasuk adanya serangan balasan yang dilakukan dari kedua belah pihak negara berkonflik tersebut. (*)


Peringkat: 5 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Penyanyi Bebe Rexha Dilempar HP dan Dibawa ke Rumah Sakit

Jakarta, MCP — Penyanyi Bebe Rexha dilarikan ke rumah […]

Like, Subribe, & Coment Now