OJK Larang Debt Collector Tagih Pinjaman online (pinjol) ke Keluarga Debitur

0 0
Read Time:2 Minute, 6 Second

Jakarta, MCP– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melarang debt collector untuk melakukan tagihan pinjaman online (pinjol) ke keluarga debitur. Lembaga telah mengatur SOP terkait sistem penagihan, jadi tidak lagi boleh sembarangan. 

Ada beberapa hal yang diatur. Pertama terkait identitas resmi di mana penagih harus menunjukannya. Debitur bisa menolaknya jika debt collector tidak memiliki surat penugasan. 

Mereka juga dilarang untuk melakukan penagihan dengan kata-kata mengancam, mempermalukan debitur, menggunakan kekerasan fisik atau verbal hingga melakukan peneroran. 

Credgenics, penyedia utama platform teknologi penagihan pinjaman berbasis SaaS memiliki solusi penagihan hutang melalui sistem digital. Fintech lending Investree jadi salah satu perusahaan yang menggunakan jasa inovatif tersebut. 

Dengan memfasilitasi proses penagihan pinjaman secara digital, berbasis data, dan berpusat pada pelanggan di Investree, Credgenics wkan membantu membentuk masa depan dan meluncurkan cara baru digitalisasi penagihan di Indonesia.

Baca juga : Presiden Jokowi Ingin Renovasi Jakarta International Stadium Sesuai standar Peluang Venue Piala Dunia U-17

“Kurangnya sistem digitalisasi dan ketergantungan pada proses penagihan pinjamanan secara manual berbasis kertas, mengakibatkan rendahnya produktivitas tim dan biaya yang besar pada perusahaan,” kata Rishabh Goel, Co-Founder and CEO Credgenics di Jakarta, Jumat, 7 Juli 2023.

Digitalisasi penagihan hutang jadi sangat penting untuk mendapatkan tingkat profitabilitas yang lebih tinggi, kelincahan bisnis yang berkelanjutan, dan peningkatan mitigasi risiko kredit.

Dengan kerjasama ini, platform penagihan pinjaman berteknologi AI dari Credgenics akan berintegrasi dengan ekosistem pinjaman Investree untuk memungkinkan proses digital yang mulus di seluruh siklus penagihan pinjaman ritel end-to-end. 

Baca juga : Semarang Banjir Total, Gubernur Ganjar Pranowo Lakukan Pengecekan

Investree akan memanfaatkan berbagai modul Credgenics dan kemampuan strategis berwawasan dalam komunikasi digital omni-channel yang dikombinasikan dengan voice bot dan dialer prediktif (sistem pemanggilan otomatis berdasar waktu yang tepat). 

Platform penagihan terintegrasi Credgenics akan melayani berbagai kebutuhan tim yang berbeda, sehingga mampu menghasilkan efisiensi biaya, visibilitas operasional, dan transparansi hasil.

Di lain pihak, aplikasi CG Collect Credgenics memungkinkan pelacakan petugas lapangan secara real time, navigasi berbasis peta, tanda terima digital, multibahasa antarmuka, dan geo-fencing untuk memberikan efisiensi operasional yang lebih tinggi dalam pengumpulan utang. 

Platform pengumpulan Credgenics memungkinkan pemberi pinjaman untuk mengaudit operasi secara ekstensif, memastikan adopsi peraturan dengan lebih cepat, dan mengubah pengalaman peminjam.

Berita lainnya :

Integrasi ini akan memungkinkan Credgenics memanfaatkan jangkauan luas Investree untuk membantu bank, MFC, dan pemberi pinjaman fintech dalam menata ulang pendekatan mereka terhadap penagihan pinjaman.

“Investree Indonesia telah memfasilitasi pinjaman senilai Rp21,30 triliun, dan kami berkomitmen untuk menyediakan solusi pinjaman yang inovatif dan mudah diakses oleh usaha kecil dan menengah,” ujar Co-Founder and CEO Investree Indonesia, Adrian Gunadi.


Peringkat: 5 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Karena Hutang ke Perorangan dan Bank Emok Suami Bunuh Istri di Kab.Bandung

Kabupaten Bandung, MCP – Tersangka pembunuhan inisial ID (41) mengaku […]

Like, Subribe, & Coment Now