Kata ‘bajingan’, Rocky Gerung Akronim Bagusing Jiwo Angen-angening Pangeran, Menurut Pakar Bahasa UGM dan UNS

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:2 Minute, 1 Second

Jakarta, MCP – Usai jadi sorotan gegara mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggunakan kata ‘bajingan’, Rocky Gerung menyebut kata itu akronim dari bagusing jiwo angen-angening pangeran atau orang yang dicintai Tuhan. Begini tanggapan pakar bahasa UGM dan UNS.
Guru Besar Ilmu Linguistik UGM, I Dewa Putu Wijana mengatakan bajingan memang kata dari bahasa Jawa yang sudah mengalami pergeseran makna. Dahulu kata ‘bajingan’ bermakna netral, tidak untuk hal negatif.

“Kata ‘bajingan’ secara etimologis berasal dari bahasa Jawa yang maknanya ‘kusir atau sais gerobak’, pedati yang ditarik oleh sapi,” kata Putu dikutip detik

“Dalam perkembangannya, penggunaannya dipengaruhi film barat untuk mengacu tokoh-tokoh jahat. Kemudian kata ini digunakan untuk memaki hingga sekarang,” sambungnya.

Adanya pergeseran makna itu, menurut I Dewa, masyarakat Jawa kini tidak menggunakan kata ‘bajingan’ sesuai makna aslinya.

Baca juga : Banyak PSK Kini Nganggur, Orchard Towers Kawasan Prostitusi Ilegal Singapura di Tutup

“Orang-orang Jawa sekarang tidak menggunakan kata ‘bajingan’ untuk mengacu sais pedati untuk menghindari makna kasar itu,” jelasnya.

Mengenai akronim bagusing jiwo angen-angening pangeran, Putu mengatakan itu hanya othak-athik gathuk. “Itu hanya rekaan atau othak-athik gathuk. Itu kerata basa yang direka-reka atau dipas-paskan,” pungkasnya.

Menurut Guru Besar Etnolinguistik Bidang Onomastik FIB UNS, Prof Sahid Teguh Widodo, akronim bagusing jiwo angen-angening pangeran itu dipaksakan dengan seri konsonannya.

Baca juga : Makan Siang Presiden Jokowi dengan Menhan Prabowo Subianto di Istana Bogor

“Kalau akronim dari bagus jiwo angen-angening pangeran, piye kuwi (gimana itu)? Bagi saya mempertanyakan dari mana, digunakan untuk apa. Menurut saya sangat dipaksakan dengan konsonannya yakni B,J,G,” kata Sahid

Dia menjelaskan urutan kata tersebut cenderung sebatas ‘cocoklogi’. Ia mencontohkan dari kata bajingan juga bisa diambil makna sendiri-sendiri.

“Kalau dicari, misal Ba bisa Bagus, Ji diambil Jiwo, Ng, angen-angen, An Pangeran. Angel banget (sulit sekali) kan, itu kan akhiran. Iya itu othak-athik gathuk kalau ini. Terus gimana membuktikannya, kapan, situasi seperti apa,” jelasnya.

Berita lainnya :

Jika singkatan itu merupakan akronim, Sahid mengatakan susah dikendalikan benar tidaknya.

“Ya konteksnya gimana, kalau ini memang akronim bebas maka susah dikendalikan benar atau tidak. Sedangkan urutan bagus jiwo angen-angening pangeran, konteksnya gimana? Bagus Jiwo itu Jiwo Bagus, gimana ya kayaknya othak-athik gathuk. Bagus Jiwo itu lebih kepada nama, orang yang bagus jiwanya,” ucapnya.

“Angen-angen, bisa harapan bisa juga kangen atau rindu. Pangeran itu sebenarnya putra dari raja tapi secara luas pangeran itu yang diunggulkan, yang tinggi. Gusti Pangeran artinya Tuhan,” pungkasnya.


Peringkat: 3 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Ibu Negara Iriana Joko Widodo Tampil Cantik Berkebaya " Izin Pak Jokowi, Saya Mau Berpantun"

Jakarta, MCP — Ibu Negara Iriana Joko Widodo tampil […]

Like, Subribe, & Coment Now