Presiden Rusia Datang Hadir di COP28

Media Cyber Pendidikan Media Cyber Pendidikan
0 0
Read Time:2 Minute, 32 Second

Jakarta, MCP – Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Rabu (06/12) dilaporkan sudah tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Saat ini, Kota Dubai di UEA tengah menjadi tuan rumah perundingan iklim COP28 oleh Perserikatan Bangsa Bangsa. Kunjungan Putin berlangsung meski ada surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) bagi dirinya karena invasi ke Ukraina.
Baik Arab Saudi maupun UEA belum menandatangani perjanjian pendirian ICC. Itu berarti mereka tidak berkewajiban menahan Putin berdasarkan surat perintah ICC. Putin dituduh bertanggung jawab secara pribadi atas penculikan anak-anak dari Ukraina selama perang di negara itu.

Kunjungan tersebut dilakukan saat polisi bersenjata PBB berpatroli di sebagian Kota Expo Dubai yang saat ini dianggap sebagai wilayah internasional untuk perundingan COP28. Hubungan bisnis negara-negara ini memang melonjak pesat sejak Barat menjatuhkan sanksinya terhadap Moskow.

Putin hadiri ke area COP28

Hingga kini, belum ada kejelasan apakah Putin akan datang ke area COP28 yang baru saja didatangi oleh berbagai pemimpin negara di dunia, termasuk Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko, yang lama menjadi sekutunya.

Penasihat kebijakan luar negeri Putin, Yuri Ushakov, mengumumkan perjalanan kerja tersebut pada hari Senin (04/12), tetapi tidak memberikan tanggal spesifik atau rincian lebih lanjut. Ushakov mengatakan Putin akan mendarat dan mengadakan “pertemuan di istana” dan mengadakan pembicaraan langsung dengan pemimpin UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Baca juga : Prabowo Beri Pesan ini ke Relawan: Abaikan Nyinyiran,Kita Fokus Menangkan Pilpres 2024

Putin juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi, Kamis (07/12), untuk membahas apa yang Ushakov gambarkan sebagai “pembicaraan yang agak panjang.” Kedua negara ini memang telah mendiskusikan cara untuk menghindari sanksi Barat yang menargetkan mereka.

Sementara Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada kantor berita Interfax pada Selasa (05/12) bahwa “semua ini akan berlangsung dalam waktu 24 jam.” Peskow menambahkan bahwa kunjungan kerja tersebut akan menitikberatkan hubungan bilateral, dan membahas lebih lanjut koordinasi pasar minyak internasional. Putin terakhir kali mengunjungi UEA pada tahun 2019.

Baca juga : Indonesia Larang Kibarkan Bendera Israel Sesuai Permenlu Nomor 3 Tahun 2019

Bahas harga minyak dengan sekutu Arab

Selain itu, Putin juga dijadwalkan melakukan perjalanan ke Arab Saudi dan bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam perjalanan satu hari, kata Ushakov. Diskusi tersebut kemungkinan besar akan fokus pada kekhawatiran utama Moskow lainnya di Timur Tengah, yaitu minyak.

Baru-baru ini, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia, memutuskan untuk mengurangi produksi minyak internasional untuk menjaga agar harga minyak tetap tinggi. Meski demikian, harga minyak terus turun.

Ditanya mengenai hal ini, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menjelaskan bahwa dampak dari keputusan tersebut mungkin saja tertunda. Bagaimanapun, koordinasi langkah-langkah untuk menstabilkan pasar akan tetap dipertahankan, ujarnya.

Berita lainnya :

Rusia adalah bagian dari OPEC+, yang merupakan sekelompok anggota kartel dan negara-negara lain yang mengatur produksi untuk menjaga dan meningkatkan harga minyak mentah. Pekan lalu, kelompok ini mengurangi produksi hingga tahun depan dan mengajak pemasok minyak baru yakni Brasil untuk bergabung.

Patokan minyak mentah Brent diperdagangkan pada Rabu sekitar $77 per barel, turun dari hampir $100 pada bulan September, karena kekhawatiran terhadap melemahnya perekonomian di seluruh dunia.


Peringkat: 5 dari 5.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Next Post

Presiden Jokowi Cek Stok Beras "Bantuan Beras Kembali Disalurkan Januari-Maret 2024"

Kupang, MCP — Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan beras bantuan […]

Like, Subribe, & Coment Now